Jateng

Temukan Bendera One Piece Diperjualbelikan di Semarang, Kesbangpol Lakukan Pengawasan dan Edukasi

×

Temukan Bendera One Piece Diperjualbelikan di Semarang, Kesbangpol Lakukan Pengawasan dan Edukasi

Sebarkan artikel ini
Temukan Bendera One Piece Diperjualbelikan di Semarang, Kesbangpol Lakukan Pengawasan dan Edukasi
Plt Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Agus Joko Triyono menunjukkan adanya penjual bendera One Piece hasil patroli bersama Aparat di Semarang Barat. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang melakukan pengawasan dan menyisir sejumlah area jual beli bendera One Piece di Kota Semarang.

Dari penyisiran, Kesbangpol Kota Semarang berhasil menemukan pedagang yang memperjualbelikan bendera One Piece.

Langkah ini menyusul temuan indikasi pengibaran bendera One Piece yang marak menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI.

Plt Kesbangpol Kota Semarang, Agus Joko Triyono menyebut telah melakukan penyisiran dan pengawasan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) adanya bendera One Piece, baik yang pedagang jual maupun yang dikibarkan.

“Kami menerima laporan tim yang menyisir sejumlah area di kecamatan Semarang Selatan, Semarang Barat dan Semarang Tengah. Dari tiga, kami temukan satu penjual (bendera One Piece), namun penjualnya tidak asli Semarang melainkan pendatang,” ujar Agus.

BACA JUGA: Gaet TNI-Polri, Bakesbangpol Pantau Keberadaan Bendera One Piece di Kabupaten Semarang

Menurut Agus, aparat yang berpatroli menemukan penjual bendera One Piece itu menawarkan dagangannya di traffic light Puri Anjasmoro.

“Yang dropping barang itu (bendera One Piece) dari seseorang inisial DU dan saat kami tanyakan menyebut tidak kenal, hanya dropping. Habis itu mereka tinggal pergi,” kata dia.

Pengakuan penjual bendera, lanjut Agus, puluhan bendera One Piece tersebut belum ada yang laku.

“Alhamdulillahnya belum ada yang laku ada sejumlah 11 lembar ukuran 40 cm x 60 cm dan yang ukuran 60 cm x 90 cm itu 34 lembar bendera One Piece,” imbuhnya.

Pihaknya hanya mengedukasi tanpa menyita bendera One Piece yang pedagang perjualbelikan.

“Tidak kami sita, cuma ada edukasi bahwa momen ini momen hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Jadi yang selayaknya mereka jual adalah bendera merah putih. Cuma itu saja belum ada tindakan yang secara signifikan. Sementara masih monitoring dan edukasi,” papar dia.

Instruksi APH untuk Patroli Bendera One Piece

Pengawasan, menurut dia, telah mulai Kesbangpol lakukan usai adanya rapat koordinasi dan instruksi Polda turun ke Polrestabes Semarang.

“Kemarin kami juga diundang bersama BIN Korwil Daerah Semarang, Kodim, Polres, Kecamatan, Satpol PP dan jajaran yang lainnya,” imbuhnya.

Patroli menyasar toko-toko besar dan percetakan di kecamatan Semarang Selatan, Semarang Barat dan Semarang Tengah.

“Kami datangi percetakan-percetakan di Semarang Selatan dan mereka rupanya tidak mencetak. Memang disinyalir ini dropping dari luar dan kami akan monitor terus,” papar dia.

Agus berharap tidak ada polemik berarti di Kota Semarang terkait beredarnya bendera One Piece ini. Hal ini seutuhnya hanya bentuk nyata pihaknya mensikapi bahwa bangsa Indonesia tengah merayakan kemerdekaan.

“Indonesia momennya sedang merayakan kemerdekaan, jadi kita harus fokus pada memeriahkannya bukan untuk memprotes atau yang lainnya. Karena negara juga sudah memberikan tempat orang khusus untuk menyampaikan aspirasinya, keluh kesahnya, bukan untuk memberontak,” imbuhnya.

Bendera One Piece, menurut dia, jadi simbol kebebasan tanpa aturan. Meski demikian pihaknya tidak bisa serta-merta menganggap bendera itu sebagai makar.

“Tapi kita perlu berhati-hati, jangan sampai kebebasan bersuara masyarakat atau warga itu ditunggangi dengan kepentingan yang berbahaya untuk negara ini,” terangnya.

Tak hanya bendera bergambar One Piece, pihaknya juga menyoroti gambar mural One Piece.

“Kalau mural One Piece di Semarang belum ada. Belum kami temukan. Mudah-mudahan juga enggak ada. Kalau misalkan ada kami akan edukasi, kami tanyakan maksudnya,” bebernya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp