SEMARANG, beritajateng.tv – Pemilu Presiden 2024 telah usai, dan KPU telah menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenangnya. Di sisi lain, banyak pihak mulai terbuka soal Pilpres 2024, tak terkecuali Mahfud MD.
Dalam siniar Close The Door bersama Deddy Corbuzier, Mahfud MD mencoba blak-blakan mengungkap apa saja yang telah ia lalui selama kontestasi Pilpres 2024.
Menanggapi pertanyaan Deddy, Mahfud MD pun mengaku menerima putusan MK yang sebelumnya ramai dengan gugatan hasil Pilpres 2024. Sementara soal puas atau tidak , ia punya pendapat tersendiri.
BACA JUGA: Sebut Ganjar Capres Tetapi Dirinya Tidak Lagi, Wakil Paslon 03: Saya Mahfud MD, Mantan Cawapres
“Oh iya, pasti [terima putusan MK]. Saya sebagai muslim punya pedoman, kaidah-kaidah fikih, dalam bernegara. Jadi begini, saya kalau soal puas, ya ndak puaslah; kan kalau berkontestasi inginnya menang,” ujar Mahfud di dalam tayangan siniar, Jumat, 26 April 2024.
“Tetapi saya ikut tuntunan agama saya yang lahir dalam bentuk hukum-hukum fikih, ‘Keputusan hakim itu harus menyelesaikan perselisihan.’ Jangan diterus-teruskan, kalau sudah diputus, ya sudah ikuti, terlepas dari kamu puas atau tidak puas. Oleh sebab itu, saya menerima dan mengucapkan selamat,” imbuhnya.
Pilres usai, Mahfud MD ungkap kemungkinan gabung-tidaknya ke pemerintahan baru
Sementara itu, soal apabila ia kelak beroleh permintaan untuk bergabung ke pemerintahan baru Prabowo-Gibran, Mahfud MD memilih tak menjawab karena memiliki pertimbangan tersendiri.
“Ini pertanyaan yang dijawab apa pun jadi kontroversial. Kalau saya oke, jadi masalah. ‘Lho, di mana letak standar etiknya?’ Kalau bilang tidak, ‘Mengapa?'” tutur mantan Menkopolhukam itu.
“Jadi saya tidak akan menjawab itu kecuali kepada pihak yang memang berwenang atau punya hak untuk menanyakan dan mendapat jawaban itu,” sambungnya.
Ia bahkan menyebut mempunyai standar etik tertentu terkait posisi di pemerintahan. Sehingga, dahulu ia tak langsung menerima tawaran posisi Menkopolhukam pada periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, pada Pilpres sebelumnya, Mahfud merupakan salah satu ketua tim pemenangan Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Beda dengan Ganjar Soal Hak Angket, Mahfud MD Tak Ambil Pusing: Tidak Ikut
“[Saat mendapat tawaran posisi Menkopolhukam dari Luhut Binsar Pandjaitan] secara etis saya tidak bisa, saya harus menunjukkan dulu bahwa saya berperang. Setelah saya gabung di BPIP, bahwa saya [menjadi] mendukung program-program Pak Jokowi, barulah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mahfud MD membeberkan apa yang bakal ia lakukan seandainya kelak ia tidak masuk ke pemerintahan baru. Ia menyebut akan melanjutnya kariernya sebagai pengajar di dunia akademik untuk mendidik pakar-pakar hukum baru.
“Oh, banyak. Saya sekarang justru sudah mengantisipasi kemungkinan untuk tidak masuk [ke pemerintahan baru]. Pertama, saya sudah mulai membuka jalur-jalur lagi dengan kampus di mana selama ini saya mengajar di perguruan tinggi. Enaknya jadi dosen kalau jadi pejabat gitu; kalau jabatan habis, balik ke kampus,” terang Mahfud. (*)
“Saya akan kembali ke kampus. Ikut mendorong munculnya akder-kader dari kampus untuk mengelola negara, terutama di bidang penegakan hukum,” tandasnya. (*)




