SEMARANG, beritajateng.tv – Sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2025 di wilayah Kabupaten Semarang terjadi sedikitnya 29 kecelakaan lalu lintas, baik di jalur tol maupun non tol.
Angka kecelakaan selama arus mudik hingga balik lebaran 2025 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan OKC tahun sebelumnya.
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani mengungkapkan, secara umum, pelaksanaan OKC 2025 di wilayah hukum Polres Semarang berjalan aman dan lancar.
“Bahkan juga tidak di warnai oleh kejadian kecelakaan lalu lintas yang cukup menonjol,” ungkapnya, saat beritajateng.tv konfirmasi di kantor Samsat, Kabupaten Semarang, Kamis 10 April 2025.
Berdasarkan analisis dan evaluasi jajaran Satlantas Polres Semarang, jelasnya, angka laka lantas selama OKC 2025 mengalami penurunan. Adapun penurunan ini mencapai 20 persen dari tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Kapolres Blora Sidak Pos Pelayanan OKC 2021
Sepanjang OKC 2025 terjadi 26 kejadian kecelakaan lalu lintas. Baik jalur tol maupun non-tol di wilayah Kabupaten Semarang, dengan jumlah korban meninggal dunia hanya satu orang.
Berdasarkan catatan Satlantas Polres Semarang, dari 29 kecelakaan lalu lintas yang mewarnai pelaksanaan OKC tersebut jumlah paling banyak adalah korban dengan luka ringan.
Kata dia, meski untuk kejadian kecelakaan lalu lintas yang menonjol nihil, tetapi beberapa peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi cukup menjadi sorotan.
Salah satunya peristiwa kecelakaan beruntun yang terjadi di tengah situasi pemberlakuan one way lokal. Tetapi untuk fatalitas pada arus mudik hingga balik lebaran tahun ini memang menurun drastis.
Jika pada pelaksanaan OKC tahun-tahun sebelumnya angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan fatalitas ini selalu ada peningkatan, namun tidak pada OKC tahun ini.
“Alhamdulillah untuk tahun ini bisa ditekan dan di minimalkan. Berkat manajemen serta pengelolaan situasi arus lalu lintas yang sudah kita ” tegasnya.
Lingga juga menyampaikan, untuk kepadatan arus lalu lintas memang terpantau di ruas jalan tertentu. Terkusus khususnya jalan arteri nasional pada arus mudik/ balik lebaran tahun 2025 ini.
BACA JUGA: Mudik Gratis Pemkab Semarang Ringankan Warga Perantauan, Ngesti: Kami Usahakan Tambah Armada
Hal itu karena imbas dari pelaksanaan kebijakan rekayasa lalu lintas one way nasional maupun lokal di ruas jalan tol.
Namun demikian berkat kesigapan personel lalu lintas yang berkolaborasi dengan instansi dan stakeholder lainnya bisa di – manajemen dengan baik.
“Sehingga kepadatan yang terjadi bisa cepat di urai dan kepadatan arus lalu lintas hanya bersifat sporadis dan secara umum arus lalu lintas tetap bisa mengalir,” tansasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





