Dari sisi kepemilikan gerai, pola pengembangan usahanya pun beragam: 4.432 unit memiliki satu gerai, 749 unit memiliki dua gerai, 175 unit memiliki tiga gerai, 28 unit memiliki empat gerai, 39 unit memiliki lima gerai, 3 unit memiliki enam gerai, dan 1 unit memiliki tujuh gerai.
Kendati demikian, Luthfi tak menampik masih ada sejumlah kendala di lapangan yang membuat sebagian Koperasi Merah Putih belum bisa beroperasi, mulai dari persoalan infrastruktur, minimnya sarana prasarana, keterbatasan daya listrik, ketiadaan kendaraan operasional, hingga pasokan barang yang belum tiba.
“Memang harus berjenjang dan berkelanjutan. Pengecekan ini kami lakukan secara berkala agar bisa mengevaluasi apa saja kekurangannya,” imbuh Luthfi.
Dirasakan Langsung oleh Warga
Kehadiran KDMP ini ԁisambut antusias oleh warga. Sri Mulyani (43), warga Desa Banyudono, mengaku terbantu dengan adanya koperasi tersebut lantaran harga kebutuhan pokok yang ԁitawarkan jauh lebih terjangkau ԁibanding pasaran.
“Misalnya harga minyak goreng di pasaran masih sekitar Rp22.000, di KDMP ini cuma Rp16.000. Selain murah, lokasinya juga dekat dari rumah,” ungkap Sri.
Ia berharap keberadaan KDMP dapat terus konsisten menjaga stabilitas harga pangan, sehingga kebutuhan rumah tangga masyarakat desa semakin mudah terpenuhi. (adv)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





