Pendidikan

Tular Nalar Gandeng Semarang Writers Week Gelar Literasi Itu Fun

×

Tular Nalar Gandeng Semarang Writers Week Gelar Literasi Itu Fun

Sebarkan artikel ini
Tular Nalar Gandeng Semarang Writers Week Gelar Literasi Itu Fun
Kegiatan Literasi Itu Fun yang digelar Tular Nalar, Mafindo dan Semarang Writers Week di Kota Lama Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tular Nalar bersama Mafindo menggandeng Semarang Writers Week mengadakan acara Literasi Itu Fun: Campervan Tular Nalar dan diskusi panel bertajuk Memandang Literasi Kota Semarang.

Literasi digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bentuk literasi secara umum. Yakni sebuah kemampuan membaca serta pemahaman suatu informasi menjadi pondasi utama dalam memperkenalkan literasi digital.

Atas prinsip inilah, kegiatan-kegiatan literasi secara umum menjadi satu nafas dengan gerakan literasi digital dalam menyebarkan wawasan kemampuan berpikir kritis.

BACA JUGA: Kelas Literasi Keuangan Bagi UMKM, Manfaatkan Instagram untuk Tambah Penghasilan

Kolaborasi ini sebagai bentuk aktivitas produktif untuk masyarakat dalam hal edukasi literasi digital dan wujud keterlibatan Tular Nalar dalam dunia literasi secara umum.

Semarang Writers Week 2024 merupakan acara yang penting dalam isu gerakan literasi. Tular nalar dan Semarang Writers Week merancang acara tahunan dan memperkuat budaya literasi di Kota Semarang.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca dan menulis, serta menjadikan Semarang sebagai pusat kreativitas literasi di Jawa Tengah.

Perluas Jaringan Literasi

Tular Nalar bersama Mafindo menginisiasi kolaborasi dengan Semarang Writers Week dengan harapan untuk bisa memperkuat sekaligus memperluas jejaring gerakan literasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin hadir dalam acara Literasi Itu Fun: Campervan Tular Nalar.

Ia memberikan dukungan terhadap Tular Nalar dalam menjalankan kegiatan edukasi dan sosialisasi seputar literasi digital serta kemampuan berpikir kritis kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kemampuan akan literasi digital tidak hanya bagi kaum muda tapi semuanya agar melek digital,” ungkapnya.

Semantara, Founder dan director Patjarmerah Windy Ariestanty menyebut bahwa kegiatan literasi tidak hanya sebatas buku. Namun juga memahami ilmu pengetahuan termasuk teknologi digital dan internet.

“Buku digital dan non digital berkembang dengan saling menguatkan. Lakukanlah dengan cara-cara yang menyenangkan dalam memberikan wawasan tentang hoax dan literasi. Contohnya adalah apa yang dilakukan Tular Nalar dengan membuat permainan-permainan dan kegiatan yang menyenangkan. Sehingga dapat di terima dengan mudah oleh masyarakat,” paparnya.

Ia menyebut jika komunitas bisa berjejaring dalam memperkaya literasinya. Menciptakan ekosistem adalah dengan membuat komunitas yang berjejaring karena masing-masing komunitas tentu memiliki literasi yang berbeda-beda. Wawasan dan jejaring antar komunitas tersebut nantinya akan memiliki dampak kepada masyarakat.

Sedangkan, Koordinator Divisi Kurikulum Tular Nalar, Giri Lumakto mengatakan literasi apapun bentuknya memiliki peran yang penting bagi perkembangan kota.

“Perkembangan literasi dalam hal ini literasi digital akan terus berkembang seiring perkembangan peradaban. Hal ini tentu akan mempengaruhi kota dan manusia yang ada didalamnya. Untuk itu literasi menjadi poin penting dalam mewujudkan kemajuan masyarakat,” tambahnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp