SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau tak ada kenaikan tunjangan untuk seluruh anggota dewan hingga kepala daerah di 35 kabupaten/kota.
Kendati begitu, besaran tunjangan untuk anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD kabupaten/kota, dan 35 bupati/wali kota belum ada angka pastinya. Sebab, pihaknya masih memberi waktu 1 (satu) minggu untuk merumuskan.
Hal itu Luthfi ungkap usai menghadiri rapat di Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 11 September 2025.
“Pertama kita imbau untuk tidak ada kenaikan terkait dengan tunjangan, itu kita pastikan. Kemudian besaran tunjangan itu kita kasih waktu satu minggu, kita berikan waktu bagi bupati/wali kota untuk melakukan rapat dengan ketua DPRD masing masing,disesuaikan dengan kemampuan wilayahnya,” ujar Luthfi.
Perihal penurunan tunjangan, Luthfi mengembalikan kepada masing-masing anggota dewan dan kepala daerah.
“[Penurunan itu] nanti terserah dari bupati dan walikotanya masing-masing,” jelas Luthfi.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Tawarkan Mahasiswa Ikut Program Sehari Bersama Gubernur Jateng, Bisa Beri Masukan ke Pemerintah
Ia menjelaskan, penentuan tunjangan bagi pejabat itu dengan appraisal atau proses penaksiran di daerah masing-masing.
Tak hanya itu, Mantan Kapolda Jawa Tengah itu memastikan tunjangan ke luar negeri bagi kepala daerah dan anggota dewan akan dihapuskan.
“Sudah ya itu tadi tak sampaikan, tidak ada menaikkan terkait dengan tunjangan. Terus besaran tunjangan ditentukan apprasial dari masing-masing wilayah dari kemampuan daerah masing masing. [Tunjangan] ke luar negeri di hapus, enggak ada,” tegas Luthfi.
Luthfi pastikan situasi Jateng pasca demonstrasi sudah kondusif, Siskamling aktif kembali
Pasca demonstrasi yang berlangsung pekan lalu, Luthfi membenarkan pengaktifan kembali pengawasan lewat Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling di Jawa Tengah.
“Dari Pak Direktur Jenderal yang mewakilkan Pak Mendagri sudah menyampaikan bahwa seluruh Jawa Tengah kita efektifkan kembali terkait dengan Siskamling. Di Jateng ada ‘jogo tonggo’ kita efektifkan kembali,” jelas Luthfi.
Pihaknya pun memastikan situasi Jawa Tengah sudah kondusif.
“Kedua, kita melakukan kegiatan dengan beberapa karang taruna, siskamling, masyarakat, untuk menjaga kondusivitas wilayah. Sehingga kerukunan warga Jawa Tengah itu akan kita tingkatkan sehingga investasi terjaga kembali,” pungkas Luthfi.
Ketua DPRD Sumanto ungkap besaran tunjangan tiap daerah akan berbeda-beda
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto membenarkan nilai tunjangan yang baru akan di rumuskan dalam kurun waktu 1 (satu) minggu.
“Tadi sudah tersampaikan melalui rapat oleh Pak Gub, itu ada appraisal, tadi sudah saya sampaikan selama satu minggu itu nanti ada evaluasi, nah ini akan di evaluasi. DPRD juga mau mengevaluasi itu,” jelas Sumanto.
BACA JUGA: Ribuan Masyarakat Hadiri Jateng Bersholawat, Ahmad Luthfi Doakan Warganya Makmur dan Tenteram
Menurutnya, tunjangan antardaerah besarannya tak bisa disamakan dengan daerah lainnya.
“Nanti satu minggu akan kita lihat berdasarkan appraisal-nya, karena di daerah itu tempatnya lain-lain, nanti kita ambil yang lebih bisa diterima. Appraisal-nya sudah ada, nanti kita rapatkan dengan Pak Gub kesepakatannya yang terbaik adalah yang mana gitu,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





