“Ini baru Nglebak dan Megeri saja yang lumayan ekstrem, lainnya Jepon dan Tunjungan masih dekat kota. Kedepan kita minta UGM agar bisa terjun ke desa-desa hutan, karena hampir 50 wilayah kita ini hutan dan banyak desa desa di dalamnya yang butuh sentuhan kita,” tambah Bupati.
Di akhir masa KKN-PPM nanti, Bupati meminta seluruh mahasiswa bisa memamerkan produk hasil pemberdayaan masyarakat dari masing-masing desanya. Yang diharapkan bisa membuka potensi ekonomi desa.
Setelah diterima oleh Bupati, masing-masing kelompok KKN-PPM per Kecamatan diajak foto bersama dan pembekalan perkenalan dengan para Camat hingga Kades. Mereka akan melaksanakan KKN-PPM terhitung mulai 27 Juni sampai dengan 13 Agustus 2022. Atau sekana 50 hari kalender. (Her/El)





