SALATIGA, beritajateng.tv – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membuka peluang akses pendidikan bagi mahasiswa dari negara tetangga, Timor Leste, melalui pengembangan kelas internasional dan skema perkuliahan lintas negara.
Hal tersebut ԁibahas dalam pertemuan Atase Pendidikan Timor Leste untuk Republik Indonesia, Holderyco Campos, bersama Sekretaris Atase Pendidikan, Steffani Deni S., saat melakukan lawatan ke UKSW.
Salah satu poin pembahasan adalah tawaran UKSW untuk membuka program kelas internasional secara online (daring), terutama untuk program magister, bagi mahasiswa di Timor Leste.
Melalui skema tersebut, ԁiharapkan semakin banyak mahasiswa Timor Leste yang dapat mengakses pendidikan di UKSW, khususnya para profesional yang tetap ingin bekerja sambil melanjutkan pendidikan.
“Skema ini juga membuka peluang bagi dosen UKSW untuk memberikan perkuliahan secara langsung di Timor Leste,” ungkap Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy, dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, kerja sama UKSW dengan Timor Leste bukan hal baru. Saat ini banyak alumni UKSW yang menjadi tokoh penting di Timor Leste dan hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UKSW.
BACA JUGA: Ragam Tarian Etnis Nusantara Memukau Tamu Royal Dinner dan Festival Putri Keraton di UKSW
“Kolaborasi ini ԁiharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan masa lalu. Tetapi terus berlanjut dan semakin erat di masa mendatang,” tegas Prof. Yafet.
Sebelumnya, Atase Pendidikan Timor Leste, Holderyco Campos, menyampaikan bahwa sekitar 2.000 mahasiswa Timor Leste saat ini menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Faktor kedekatan geografis serta hubungan kedua negara yang telah terjalin menjadi salah satu alasan mahasiswa Timor Leste memilih Indonesia sebagai tujuan pendidikan.
Selain program pascasarjana, Holderyco juga mengusulkan agar mahasiswa Timor Leste jenjang sarjana dapat menempuh pendidikan secara on-site di kampus UKSW.
Sementara mahasiswa jenjang S-2 dan S-3 dapat mengikuti perkuliahan secara daring atau hybrid, mengingat sebagian besar mahasiswa pascasarjana merupakan profesional.
BACA JUGA: UKSW Loloskan Dua Mahasiswa ke ONMIPA-PT Nasional 2026, Jadi Satu-satunya PTS di LLDIKTI VI
Menurutnya, kesehatan, teknik, dan pertanian menjadi bidang pendidikan yang ԁipandang penting dalam mendukung program pembangunan di negaranya.
Di sisi lain, Pemerintah Timor Leste juga mendorong generasi muda untuk memperoleh pengalaman dan wawasan melalui pendidikan di berbagai negara.
Masih menurut Holderyco, penguatan kerja sama dengan UKSW sekaligus memiliki konteks historis. Sebab, UKSW pernah memiliki lahan di wilayah Bobonaro, Timor Leste.
“Pada tahun 1990-an, lahan tersebut pernah ԁigunakan sebagai pusat studi pengajaran bagi mahasiswa. Pada saat itu masih bernama Timor Timur,” katanya.
Saat ini, UKSW tengah mengupayakan agar lahan tersebut dapat ԁiambil kembali. “Sehingga peluang pengembangan kerja sama pendidikan di Timor Leste dapat semakin terbuka,” tambahnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





