SEMARANG, beritajateng.tv – Ulsan HD mungkin belum setenar nama-nama Eropa, tetapi jejak langkah mereka di K‑League dan Asia sangat mencengangkan. Klub ini berdiri sejak tahun 1983 dengan nama Hyundai Horang‑i, bermarkas awalnya di Incheon, lalu pindah ke Ulsan pada 1990, dekat pusat industri HD Hyundai Heavy Industries.
Awal Karier dan Rebranding Ulsan HD
Sejak debut di kasta tertinggi K‑League pada 1984, Ulsan HD langsung menunjukkan taring mereka dengan finish di posisi ketiga. Nama Ulsan HD mulai digunakan sejak akhir 2023 setelah rebranding dari Ulsan Hyundai FC. Meskipun identitas baru, DNA kemenangan tetap melekat dalam darah klub ini.
Lima Gelar Liga dan Konsistensi di Domestik
Secara domestik, Ulsan HD telah meraih lima gelar K‑League 1 yakni pada musim 1996, 2005, serta dominasi tiga musim berturut-turut di 2022, 2023, dan 2024. Mereka juga tampil sebagai runner‑up sebanyak sepuluh kali yang menunjukkan kehadiran konsisten di papan atas liga.
BACA JUGA: Shin Tae-yong Memulai Tantangan Baru di Ulsan HD, Harapan Besar untuk Kebangkitan Klub
Pada 2024, di bawah asuhan Kim Pan‑gon yang mengambil alih pada Juli, Ulsan berhasil mempertahankan gelar juara meski sempat diragukan. Kim hanya kalah sekali dari 11 laga awalnya dan mengantarkan tim meraih tiga gelar beruntun sejak 2022.
Dua Kali Juara AFC dan Jejak di World Cup
Prestasi terbesar di panggung Asia datang pada AFC Champions League yang pernah mereka menangi dua kali pada 2012 dan 2020. Yang istimewa, kedua gelar itu diraih tanpa satu pun kekalahan sepanjang turnamen.
Gelar 2020 membawa Ulsan ke FIFA Club World Cup, penampilan internasional mereka yang juga pernah terjadi pada 2012.
Prestasi di ACL serta keikutsertaan berulang di Club World Cup menegaskan reputasi Ulsan sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia. Bahkan, ketika hasil sempat mengalami naik turun setelah era dominasi Hong Myung-bo.
BACA JUGA: Bobotoh Wajib Tahu! Ini Jadwal Persib 2025/2026 dan Laga Tersulit Musim Ini
Perubahan Pelatih dan Tantangan Baru
Memasuki musim 2025, Ulsan HD sedang menghadapi masa transisi. Mereka tersingkir dari puncak klasemen dan sempat menempati posisi ke‑7 K‑League 1 hingga Pekan ke‑23 dengan catatan 8 kemenangan, 7 imbang, dan 8 kekalahan, serta selisih gol +2.
Akibat hasil yang kurang gemilang, manajemen klub memutuskan mengakhiri kontrak kepala pelatih Kim Pan‑gon pada 1 Agustus 2025. Pada 5 Agustus 2025 secara resmi menunjuk Shin Tae‑yong sebagai pelatih baru ke‑13 Ulsan HD. Harapannya, Shin Tae-yong dengan reputasi prestasinya di level nasional mampu mengembalikan semangat juara tim yang sempat redup musim ini.
Ringkasan Track Record Ulsan HD
Sejak berdiri pada 1983, Ulsan HD terus menjaga konsistensi sebagai klub elit di Korea dan Asia. Lima gelar K‑League, satu gelar Piala FA (2017), dua gelar Champions Asia tanpa kekalahan, serta tiga penampilan di Club World Cup menegaskan status mereka. Meskipun sempat goyah di musim 2025, langkah manajemen merekrut Shin Tae‑yong dipandang sebagai upaya mengembalikan identitas juara dan stabilitas performa.
Hadirnya pelatih baru dan komposisi pemain yang solid, perjalanan mereka di sisa musim 2025 dan kompetisi antar benua seperti ACL Elite dan Club World Cup pasti akan sangat menarik untuk diikuti. (*)





