“Melalui program ini kami ingin UMKM tidak hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga siap masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Mita.
Pemkot Semarang sebelumnya mencatat 11 UMKM berhasil menembus pasar internasional sepanjang 2025. Sejumlah produk lokal yang di kirim ke luar negeri antara lain rengginang, kue jahe hingga minuman rempah jamu jun.
Kehadiran buyer baru dalam Semarang Rise 2026 diharapkan membuka peluang transaksi ekspor bagi lebih banyak produk unggulan Kota Semarang.
UMKM Go Global
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat fasilitasi pemerintah adalah Hartati Tri Arini, pemilik La Romzi Etnik.
Usaha yang berlokasi di Jalan Payung Asri Raya, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, itu memproduksi berbagai produk fesyen berbasis eco print.
Produk buatan La Romzi Etnik tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Sejumlah produknya telah menjangkau Malaysia, Hong Kong, Sydney hingga Inggris.
“Eco print kami sering dibawa ke luar negeri. Kami juga sering di fasilitasi Dinas Koperasi Kota Semarang untuk mengikuti pameran, bahkan sampai ke luar negeri,” kata Hartati.
Menurut dia, pasar internasional menjadi salah satu peluang besar bagi produk kerajinan yang memiliki karakter dan keunikan.
La Romzi Etnik memproduksi beragam produk, mulai dari pakaian, kain, syal, tas, topi hingga pouch. Syal menjadi salah satu produk yang paling pembeli minati karena dapat mereka gunakan dalam berbagai gaya.
“Syal menjadi salah satu best seller kami. Bahkan satu syal bisa jadi delapan model,” ujarnya.
Keunikan eco print menjadi kekuatan utama produknya. Setiap motif daun dan tanaman menghasilkan karakter berbeda sehingga tidak ada produk yang benar-benar sama.
Kondisi tersebut membuat setiap produk memiliki nilai eksklusif bagi konsumen. Hartati juga mengembangkan konsep produksi berkelanjutan (sustainable). Sisa tanaman yang terpakai dalam proses produksi tidak ia buang begitu saja, tetapi di olah kembali menjadi pupuk.
“Produk kami sustainable dan berusaha tidak menghasilkan limbah. Bahkan sisa tanaman kami olah menjadi pupuk,” katanya.





