“Janganlah kemudian setelah melakukan kesalahan seperti ini pelaku masih bisa enak-enakan, nyaman ikut UTS, sedangkan para korban setelah tahu ada video-video ini malah jadi trauma,” katanya.
Jucka menyebut ada korban yang bahkan tak sanggup mengikuti ujian karena masih mengalami tekanan psikis.
“Ada yang ketakutan untuk berangkat UTS, ada yang kemudian tidak bisa ikut UTS. Jadi saya harap pihak universitas bisa melakukan investigasi secara cepat dan memberikan keputusan untuk sanksi kepada pelaku,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





