SEMARANG, beritajateng.tv – Perayaan HUT RI ke-80 di SD Pangudi Luhur (PL) Don Bosko Semarang berlangsung meriah dengan karnaval bertema merah putih dan peduli lingkungan. Namun, yang paling mencuri perhatian kali ini adalah kemunculan “Transformer” buatan Farren Abraham Alexi, siswa kelas 4A, yang terbuat dari kardus popok bekas.
Meski mengaku bukan penggemar Transformers, Abraham tetap semangat mengenakan kostum robot yang bisa berubah menjadi truk itu.
“Sebenarnya saya tidak suka Transformers, tapi karena mau karnaval, ayah membuatkan kostum ini. Jadinya sehari sebelum acara,” ujar Abraham saat beritajateng.tv wawancarai setelah karnaval pada Jumat, 15 Agustus 2025.
BACA JUGA: Contoh Sambutan HUT RI Ketua Panitia, Ketua RT, dan Kepala Desa yang Hangat dan Penuh Makna
Kostum unik ini dibuat oleh sang ayah, Deswan, hanya dalam waktu semalam. Prosesnya dilakukan spontan setelah mendapat pengumuman karnaval.
“Bahan utamanya kardus popok, karena ukurannya besar. Inspirasi dari YouTube, dan kebetulan di komplek juga habis ada karnaval, jadi sekalian di buat untuk sekolah,” jelas Deswan.
Kreativitas memanfaatkan barang bekas bagian dari kampanye pilah sampah
Kostum Transformer Abraham menjadi sorotan karena tidak hanya kreatif, tapi juga sejalan dengan tema sekolah tahun ini yang mengusung kampanye pilah sampah dan pemanfaatan barang bekas.
Abraham mengaku sedikit kesulitan berjalan karena kostumnya cukup berat, namun tetap merasa senang bisa tampil berbeda. “Susah jalannya, tapi seru,” katanya.
Kepala SD PL Don Bosko Semarang, Yustina Tri Hartatik, ratusan siswa dan orang tua mengikuti karnaval ini, dengan banyak yang memakai aksesoris buatan sendiri dari barang bekas. Untuk kelas besar, pembuatan berlangsung di sekolah, sedangkan kelas kecil bekerja sama dengan orang tua di rumah.
“Kami minta anak-anak mengumpulkan bungkus-bungkus bekas makanan dari rumah, lalu di kelas mereka membuat hiasan bersama-sama dengan arahan guru. Untuk kelas besar, prosesnya memakan waktu dua jam pelajaran. Dan jika belum selesai, berlanjut pada jam terakhir keesokan harinya,” jelasnya.
BACA JUGA: Jelang HUT RI ke-80, 75 Capaska Tingkat Kabupaten Semarang Latihan Intensif
Sementara itu, untuk anak-anak kelas kecil, pembuatan berlangsung di rumah bersama orang tua. Barang-barang bekas yang ada di rumah diolah menjadi hiasan dan aksesoris yang digunakan saat karnaval.
“Persiapan kegiatan ini sekitar dua hari sebelum hari H. Anak-anak membuat sendiri aksesoris yang mereka pakai, sehingga mereka merasa lebih bangga dan terlibat langsung,” tambah Yustina.
Selain karnaval, peserta juga berkeliling kampung sambil mengajak warga memilah sampah dan memungut sampah yang mereka temui di jalan. Semua kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan sekolah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Dengan ide kreatif seperti kostum Transformer dari kardus popok ini, karnaval SD PL Don Bosko Semarang tidak hanya memeriahkan kemerdekaan, tapi juga menjadi contoh nyata bahwa limbah bisa disulap menjadi karya yang memukau. (*)
Editor: Farah Nazila





