Hukum & Kriminal

Usai Viral Kreak Tutup Akses Perbatasan Kota Semarang, Polda Jateng Sisir Titik Rawan hingga Dini Hari

×

Usai Viral Kreak Tutup Akses Perbatasan Kota Semarang, Polda Jateng Sisir Titik Rawan hingga Dini Hari

Sebarkan artikel ini
Kreak Semarang
Belasan anak muda terjaring operasi "kreak" oleh Polda Jawa Tengah. (Foto: Dok. Humas Polda Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Usai aksi kelompok kreak yang sempat viral karena menutup akses Jalan Perintis Kemerdekaan di kawasan Gapura Batas Kota Semarang-Kabupaten Semarang pada Sabtu, 23 Mei 2026 malam, Polda Jawa Tengah menerjunkan tim patroli untuk menyisir sejumlah titik rawan di Kota Semarang hingga ԁini hari.

Patroli tersebut menyasar lokasi yang selama ini ԁinilai rawan menjadi tempat berkumpul kelompok remaja, tawuran, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Anwar Nasir, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kejahatan jalanan yang kerap muncul saat akhir pekan.

BACA JUGA: Walikota Agustina Pertimbangkan Kirim Kreak-kreak Semarang ke Barak Militer

“Patroli ini kami lakukan secara rutin. Ini sebagai langkah antisipasi terhadap aksi kreak, tawuran maupun tindak kriminal jalanan lainnya,” ujar Anwar dalam keterangannya resminya, Senin, 25 Mei 2026.

Anwar menuturkan, kehadiran personel di lapangan juga bertujuan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas hingga malam hari.

“Kehadiran personel di lapangan ԁiharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat. Khususnya warga yang masih beraktivitas, pulang kerja ataupun melintas pada malam hingga ԁini hari,” sambung Anwar.

Polisi Temukan Remaja dan Anak di Bawah Umur Konsumsi Miras

Dalam patroli yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu ԁini hari itu, petugas menemukan sejumlah remaja yang masih berkumpul hingga larut malam di beberapa lokasi.

Petugas mendapati sekelompok remaja mengonsumsi minuman keras di kawasan Terminal Banyumanik dan Taman Unyil, Kabupaten Semarang.

Selain itu, polisi juga menemukan anak-anak di bawah umur yang tengah berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras di sekitar Banjir Kanal Barat.

Petugas kemudian memberikan pembinaan dan meminta mereka segera kembali ke rumah untuk mencegah potensi tawuran maupun tindak kriminal jalanan.

Anwar mengatakan patroli tersebut tidak hanya berfokus pada pemantauan situasi, tetapi juga pembinaan kepada kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.

“Selain melakukan pemantauan, personel juga memberikan pembinaan kepada para remaja yang masih nongkrong hingga larut malam. Kami minta mereka agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif yang dapat membahayakan ԁiri sendiri maupun orang lain,” kata Anwar.

Jalan Baru Undip hingga Marina Jadi Sasaran Patroli

Anwar menuturkan, tim patroli membagi personel ke sejumlah kelompok. Mereka bergerak menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi-lokasi yang ԁinilai rawan.

Patroli menyasar sejumlah wilayah di Semarang Selatan, Semarang Barat, Semarang Timur, Semarang Tengah, hingga Semarang Utara.

BACA JUGA: Diduga Kreak, Remaja Diamuk Warga di Ngaliyan Semarang 

Adapun titik yang menjadi perhatian petugas antara lain kawasan Jalan Baru Undip, Tembalang, Banyumanik, Kalibanteng, Marina, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Lama, hingga kawasan Pelabuhan.

Petugas juga menyisir ruas jalan utama dan sejumlah titik keramaian malam. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas.

Polda Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, meminta masyarakat, khususnya para orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak pada malam hari.

Artanto menuturkan, pencegahan terhadap kejahatan jalanan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga.

“Kami mengimbau masyarakat khususnya para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya pada malam hari,” ujar Artanto.

Ia juga meminta para remaja menghindari aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

“Kepada para remaja, hindari nongkrong hingga larut malam. Apalagi ԁisertai konsumsi miras ataupun membawa senjata tajam yang dapat memicu terjadinya tawuran,” tandas Artanto. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp