SEMARANG, beritajateng.tv – Kaus bergambar Candi Borobudur namun bertuliskan “Yogyakarta” tengah menjadi perbincangan. Kaus itu banyak diperdagangkan di sejumlah lokasi wisata, baik di Magelang maupun Yogyakarta.
Hal itu lantas menjadi perdebatan, lantaran Candi Borobudur sendiri berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukan di D.I. Yogyakarta.
Seiring dengan disetujuinya Raperda Usul Prakarsa Komisi B DPRD Jawa Tengah tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan menjadi Prakarsa pada Rapat Paripurna, Selasa, 14 Januari 2025, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, turut merespons hal tersebut.
Sarif Abdillah yang saat itu menjadi Pimpinan Rapat Paripurna ingin pariwisata di Jawa Tengah bisa optimal.
“Yang pertama, bagaimana kita bisa optimalkan skema pariwisata ke depan di Jateng, serta meningkatkan kekuatan. Bukan hanya pada sosiologis masyarakat, penguatan kultur masyarakat, tapi juga di sisi ekonomi,” ungkap Sarif usai Rapat Paripurna.
BACA JUGA: Borobudur International Tourism Expo 2024, Dukung Sektor Pariwisata Jawa Tengah Pasca-Pandemi
Kaus Candi Borobudur bertuliskan Yogyakarta, kok bisa?
Sarif pun turut mengomentari kaus Candi Borobudur bertuliskan “Yogyakarta” yang membuat warganet geger tersebut.
“Ya tetap Borobudur itu di Magelang; itu adalah Jawa Tengah,” ungkap Sarif.
Menurut hematnya, branding Candi Borobudur yang berlokasi di Magelang itu penting. Hanya saja, kata Sarif, sarana-prasarana pada Daya Tarik Wisata (DTW) itu tetap yang paling penting.
“Yang terpenting sebenarnya pada destinasi wisatanya, bagaimana kemudian sarana dan penyokong pariwisata itu, yang memang dari masyarakat kita. Bahwa lahan yang kita miliki di situ, komunitas masyarakatnya, bagaimana cara kita tampilkan berdampak dari ramainya pariwisata yang di Borobudur,” ia menerangkan.
Lebih lanjut, ia tak ingin sarana dan prasarana di Candi Borobudur tak optimal. Sebab, kata Sarif, hal itu bisa berdampak pada ekonomi dan sosiologi warga di sana.
BACA JUGA: Video Pentas Budaya Lokal di Desa Ngaran Borobudur Magelang
“Jangan sampai sudah branding-nya gak masuk, masyarakat secara ekonomi dan sosiologis tidak masuk, kira-kira begitu,” sambung Sarif.
Sebelumnya, video kaus bergambar Candi Borobudur dengan tulisan “Yogyakarta” viral di media sosial. Video tersebut tersiar di akun Instagram @je_arifff.
Dalam video tersebut, tampak beberapa kaus bergambar Candi Borobudur yang memiliki tulisan “Yogyakarta”. Postingan tersebut kemudian di-repost akun Instagram @liputan.magelang maupun akun Instagram lainnya.
Padahal, bangunan peninggalan Wangsa Syailendra itu berada di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Namun, anehnya desain kaus bergambar Candi Borobudur itu malah bertuliskan “Yogyakarta”. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





