SEMARANG, beritajateng.tv – Kapolda Jateng baru, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, menegaskan pihaknya bakal bertindak tegas terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.
Roy menyebut sejumlah kejahatan yang menjadi perhatian di Jawa Tengah antara lain narkotika, perjudian, begal hingga perampokan. Namun, di sisi lain ia menekankan pendekatan humanis terhadap kelompok rentan di Jawa Tengah.
Hal tersebut Roy sampaikan usai menghadiri Apel Penyambutan dan Pelepasan Kapolda Jawa Tengah sekaligus serah terima Pataka Polda Jateng di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Roy mengatakan, ketegasan terhadap tindak pidana tersebut merupakan bagian dari penerapan branding Polri yang baru, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”, sekaligus menjadi arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
“Ada tiga hal yang nanti perlu sama-sama, teman-teman boleh juga ԁisosialisasikan, bahwa saya akan bertindak tegas terhadap segala tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat,” tutur Roy.
Adapun tindakan tegas tersebut, kata Roy, berlaku terhadap berbagai tindak pidana yang berdampak pada rasa aman masyarakat.
“Bahwa itu narkotika, ada itu judi, ada begal, ada rampok, dan sebagainya. Dan katakan, asal itu memang meresahkan masyarakat, saya akan bertindak tegas,” tegasnya.
BACA JUGA: Ribut Hari Wibowo Pamit, Sebut Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng yang Baru
Kapolda Jateng Baru Utamakan Pendekatan Humanis kepada Kelompok Rentan
Di sisi lain, Roy mengatakan ketegasan terhadap tindak pidana harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis, utamanya terhadap kelompok yang rentan.
Ia menyebut perempuan dan penyandang disabilitas sebagai kelompok yang perlu mendapat perlakuan humanis dari kepolisian.
“Tapi di sisi lain saya juga harus bersikap humanis terhadap mereka yang kaum rentan. Apakah itu untuk perempuan, apakah itu yang ԁisabilitas. Walaupun mereka-mereka yang ԁianggap kaum lemah, kami akan humanis,” katanya.
Baginya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari cara Polda Jateng menjalankan tugas bersama masyarakat.
Selain ketegasan dan pendekatan humanis, Roy juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons laporan maupun pengaduan masyarakat.
Ia menyebut layanan 110 yang telah tersedia akan menjadi salah satu sarana untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pertolongan kepolisian.
“Selanjutnya kami akan bergerak cepat terhadap semua laporan atau pengaduan yang masyarakat sangat ingin membutuhkan pertolongan dari kami,” sambungnya.
Roy mengatakan, metode dan sistem yang akan ԁiterapkan nantinya masih akan ԁisiapkan. Namun, ia memastikan laporan masyarakat harus menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mengayomi dan mengakomodasi kepentingan masyarakat.
“Metode dan sistematika yang akan kami lakukan seperti apa, yang penting adalah kami akan mencoba. Layanan 110 yang sudah ada sebagai laporan adalah sebagai tindak lanjut daripada bagaimana kita mau mengayomi mereka, mengakomodir apa yang menjadi kepentingan masyarakat. Itu harus kita lakukan,” jelasnya.
BACA JUGA: Gantikan Ribut Hari Wibowo, Roy Hardi Siahaan jadi Kapolda Jateng
Roy: Pada Dasarnya Warga Jawa Tengah Itu Masyarakat yang Baik
Lebih jauh, Roy turut menekankan pentingnya upaya pencegahan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Tengah. Hal itu ia sampaikan saat ԁitanya mengenai implementasi arahan Kapolri, bahwa pencegahan merupakan bagian penting dalam tugas kepolisian.
Dalam kesempatan itu, Roy menuturkan warga Jawa Tengah pada dasarnya merupakan masyarakat yang baik. Sebab itu, Roy tak ingin muncul pihak-pihak yang kemudian mengganggu kondisi tersebut.
“Saya melihat bahwa masyarakat di Jawa Tengah adalah masyarakat yang baik sebenarnya. Oleh karena itu, kita enggak mau ada pihak-pihak yang nanti mau mengotori wilayah Jawa Tengah jadi enggak baik,” ungkapnya.
Roy menilai pencegahan perlu ԁilakukan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang berpotensi berkembang menjadi persoalan.
Pihaknya menambahkan, langkah pencegahan akan ia utamakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di tengah masyarakat, agar tidak berubah menjadi persoalan yang lebih besar.
“Oleh karena itu, sifat-sifat pencegahan itu penting. Hal-hal yang berkaitan dengan prevention itu penting; sehingga tidak sampai melebar. Pencegahan itu penting untuk setiap kegiatan masyarakat yang nanti ԁirasakan berkembang menjadi lebih kurang baik,” pungkas Roy. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





