Jateng

Viral #BoikotTrans7 soal Ulama Lirboyo, Rois Syuriah PWNU Jateng Desak KPI-Dewan Pers Tindak Tegas

×

Viral #BoikotTrans7 soal Ulama Lirboyo, Rois Syuriah PWNU Jateng Desak KPI-Dewan Pers Tindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Trans7 Lirboyo | Gus Yusuf Pilgub Jateng
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, K.H. M. Yusuf Chudlori (kanan), bersama Rois Syuriah PWNU Jateng, K.H. Ubaidillah Shodaqoh (kanan), saat Diskusi Refleksi Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di halaman Kantor DPW PKB Jateng, Kota Semarang, Selasa, 31 Januari 2023 malam. (Wahyu Saputro/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gelombang kritik terhadap tayangan “Expose Uncensored” terus meluas. Program Trans7 tersebut menuai kecaman karena menyinggung kehormatan ulama sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Tagar #BoikotTrans7 kini ramai di media sosial dengan berbagai pernyataan dari kalangan pesantren dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Salah satu yang angkat suara ialah K.H. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah. Ia mendukung langkah K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, yang lebih dahulu mengkritik keras isi tayangan tersebut.

“Kami mendukung penuh sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Staquf atas pemberitaan Trans7 di rubrik Expose Uncensored pada Senin, 13 Oktober malam lalu,” ungkap K.H. Ubaidillah dalam pernyataan tertulis, Selasa, 14 Oktober 2025.

BACA JUGA: Program Trans7 dan Narasi yang Publik Anggap Melecehkan Pesantren, Netizen Ramai Tulis Boikot

Menurutnya, kasus ini bukan sekadar kekeliruan teknis penyiaran. Tayangan itu menunjukkan kelalaian serius dalam menjaga nilai adab dan etika jurnalistik.

“Kami mendesak negara bersikap tegas kepada lembaga seperti KPI dan Dewan Pers agar menegakkan aturan Kode Etik bagi media penyiaran, cetak, maupun daring,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Kota Semarang tersebut.

K.H. Ubaidillah menilai lemahnya peran lembaga pengawas media membuat etika publik terabaikan. Ia menyebut perlu evaluasi menyeluruh agar sistem pengawasan media lebih tegas dan konsisten.

Program Trans7 dianggap lecehkan Pesantren Lirboyo, K.H. Ubaidillah Shodaqoh: Media harusnya jaga moral publik

Ia juga menyerukan agar seluruh media di Indonesia kembali menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tidak menyajikan konten yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

“Media seharusnya menjaga moral publik, bukan mengejar sensasi atau rating,” ujarnya.

Ia menilai tayangan yang menyinggung tokoh agama bisa memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap media dan memicu keresahan sosial.

Dalam pernyataan selanjutnya, K.H. Ubaidillah mengajak santri, kiai, dan warga Nahdliyin memperkuat persatuan.

“Kami mengajak warga Nahdliyin, santri, kiai, dan pondok pesantren untuk merapatkan barisan serta mewaspadai ancaman yang dapat memecah NU,” tuturnya.

BACA JUGA: Buat Konten Viral Soal Pondok Pesantren, Trans7 Ramai Kena Boikot Warga

Ia menegaskan bahwa ajakan ini merupakan langkah moral, bukan respons emosional. Banyak pihak mendukung sikap K.H. Ubaidillah. Salah satunya Ninik Ambarwati, alumni Pondok Pesantren Attanwir, Bojonegoro.

Ia menilai sikap K.H. Ubaidillah mencerminkan ketegasan ulama yang tetap berpijak pada adab pesantren.

“Pesantren tempat lahirnya akhlak dan ilmu. Jika simbol moral bangsa dilecehkan, yang rusak bukan hanya lembaga, tapi akar budaya bangsa,” ucapnya.

Ninik berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi media agar lebih berhati-hati. Ia menegaskan bahwa media seharusnya menjadi jembatan nilai, bukan alat provokasi.

“Kasus ini semoga jadi momentum introspeksi agar media, santri, dan kiai bersama memperkuat etika publik,” ujarnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp