BEKASI, beritajateng.tv – Viral sebuah video yang menunjukkan sejumlah siswa SMP di Bekasi sedang ditampar. Adapun aksi ini dilakukan kakak kelasnya menggunakan sandal.
Diduga beberapa siswa tersebut merupakan korban bullying atau perundungan oleh kakak kelasnya di sekolah. Tak hanya melakukan bullying saja, sekelompok anak sekolah itu juga melakukan hal yang tak semestinya pelajar lakukan.
Kabarnya, mereka melakukan perundungan kepada para korban sambil merokok.
Kejadian tersebut kabarnya terjadi di perkampungan rumah warga di RT 017/RW 003, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.Hal ini beritajateng.tv ketahui dari sebuah unggahan di Twitter milik @TxtdariBekasy. Adapun judul dari unggahan tersebut berbunyi:
“TW BULIYING SMPN 1 BABELAN” yang mereka unggah pada Rabu, 20 September 2023 pukul 10.18 WIB kemarin.
BACA JUGA:Viral Bullying Siswa SMP di Bekasi, Korban Disebut Suka Ditampar
Aksi kekerasan berupa bullying ini belum ada keterangan kapan terjadinya. Namun, muncul sebuah keterangan para siswa yang melakukan itu.
Pembinaan Terhadap Adik Kelas
Kata siswa-siswa tersebut alasan mereka lakukan aksi menampar dengan sandal untuk penataran terhadap adik kelas.Adapun humas SMP Negeri 1 Babela, Maradum Tambunan mengatakan bahwa aksi itu adalah perintah alumni SMPN 1 Babelan sebagai tradisi pembinaan.
Ada sekitar 2-4 siswa SMPN 1 Babelan yang terduga menjadi pelaku dalam aksi perundungan itu. Sementara korbannya berjumlah sekirar 10 orang. Maradum juga menyatakan bahwa aksi tersebut membuat siswa yang menjadi korban menerima tindakan kekerasan itu.
“Nah kalau kata mereka (siswa yang jadi korban) selesai itu mereka enjoy aja karena katanya mereka menerima kalau itu tradisi,” ujarnya.
Sontak hal ini menjadi viral dan mendapat komentar beragam dari para netizen di sosial media.
BACA JUGA:Ramai Bullying di Lingkungan Pendidikan Dokter, Ini Jawaban IDI
Lah terus yang begini gak sekolah hentikan? Cuma mereka iyakan memang ada?
“Ini semua staff sekolahnya harus ganti. Gak ngotak. Yang kayak gitu bukan pembinaan! Kok t**ol sih?” ucap seorang netizen.
“Serius pihak sekolah bilang korban ENJOY di tampar bergilir??? Pantes saja bully di sekolah ga selesai2, ya krn para guru menganggap sepele, namanya anak2 dan korban enjoy..Pak coba anaknya yg jadi korban.. masih ngomong enjoy ga ?” kata netizen heran.
“Cari abang abangan nya ga jauh nongkrong nya pasti deket situ. Tangkep bawa polisi.” kata netizen lain.(*)





