Viral

Viral Kasus Guru Tampar Siswa di Demak, Terpaksa Jual Motor untuk Bayar Denda Rp25 Juta

×

Viral Kasus Guru Tampar Siswa di Demak, Terpaksa Jual Motor untuk Bayar Denda Rp25 Juta

Sebarkan artikel ini
Seorang guru di Demak diminta denda Rp25 juta karena menampar murid. (Adher/beritajateng.tv)
Seorang guru di Demak diminta denda Rp25 juta karena menampar murid. (Adher/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah video yang menunjukkan seorang guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan Kyai Yudi, seorang guru Madin berusia 60 tahun, yang terpaksa menandatangani surat pernyataan bermaterai dan menyetujui pembayaran denda senilai Rp25 juta, akibat telah menampar salah satu siswanya yang berinisial D, yang masih berusia 10 tahun.

Peristiwa ini berawal pada bulan Mei 2025, saat siswa berinisial D-F dan beberapa teman sekelasnya bermain lempar sandal di dalam kelas.

Tanpa sengaja, salah satu sandal tersebut mengenai Kyai Yudi. Merasa kesal, guru tersebut kemudian memberikan tamparan kepada siswa D-F. Kyai Yudi mengungkapkan bahwa tamparan yang ia berikan bukanlah tamparan keras yang dapat menyebabkan luka atau rasa sakit. Melainkan hanya sebuah reaksi dari insiden yang terjadi.

BACA JUGA: Viral Video Rombongan Orang Misterius Berbaju Putih di Gunung Lawu, Polisi Pastikan Bukan Aliran Sesat

Namun, tiga bulan setelah kejadian tersebut, tepatnya pada bulan Juli 2025, Kyai Yudi mendapat kejutan dengan surat panggilan dari pihak kepolisian. Sebuah kelompok yang mengaku sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), bersama orang tua siswa D-F, meminta agar Kyai Yudi membayar denda sebesar Rp25 juta jika ingin menyelesaikan perkara ini secara damai dan mencabut laporan polisi di Polres Demak.

Menanggapi hal ini, para guru Madin dari berbagai daerah segera melakukan aksi solidaritas untuk mengumpulkan donasi bagi Kyai Yudi. Di antaranya, Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, langsung turun tangan dan mengunjungi tempat Kyai Yudi mengajar di Desa Jatirogo.

Zayinul menyatakan keprihatinannya atas tindakan kriminalisasi terhadap Kyai Yudi. “Kami akan memberikan dukungan penuh kepada Kyai Yudi,” katanya. Sebagai bentuk dukungan, Zayinul Fata juga memberikan bantuan dana pengganti yang telah di sumbangkan oleh sejumlah guru Madin kepada orang tua siswa D-F.

Meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian atau orang tua siswa terkait hal ini, banyak pihak yang mengungkapkan keprihatinan di media sosial.

Denda yang cukup besar ini terasa sangat memberatkan Kyai Yudi. Mengingat penghasilan seorang guru Madin di daerah tersebut hanya sekitar Rp100 ribu per bulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran

Tinggalkan Balasan