Jateng

Viral Kopdes Merah Putih Blora Dibangun Dekat Kuburan, Dinkop Jateng Desak Pengurus Gali Potensi Ekonomi Desa

×

Viral Kopdes Merah Putih Blora Dibangun Dekat Kuburan, Dinkop Jateng Desak Pengurus Gali Potensi Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
pembangunan gedung kkmp Kopdes Merah Putih
Penampakan pembangunan Gedung KKMP Kelurahan Tegalgunung, Blora, di samping pemakaman umum. (Heri/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP atau Kopdes Merah Putih) di Jawa Tengah belakangan ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Mulai dari Koperasi Merah Putih yang dekat area pemakaman umum di Desa Tegalgunung, Kabupaten Blora, hingga di lereng Gunung Prau, Kabupaten Kendal, yang memicu beragam komentar warganet.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah meminta para pengurus KDKMP tidak terpaku pada persoalan lokasi semata. Sebaliknya, koperasi ԁidorong mampu membaca potensi ekonomi di wilayah masing-masing agar tetap menarik minat masyarakat.

Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah, Desy Arijani, mengatakan keberhasilan KDKMP tidak hanya ԁitentukan oleh lokasi berdirinya koperasi. Akan tetapi, juga oleh kreativitas pengurus dalam mengembangkan potensi desa.

“Tanggapan kami terkait lokasi yang tidak strategis lebih kepada memberi motivasi kepada pengurus agar dapat melihat potensi yang ada di daerah sekitar yang sekiranya dapat menarik minat masyarakat untuk berbelanja di KDMP,” ujar Desy kepada beritajateng.tv melalui WhatsApp, Selasa, 7 Juli 2026.

Desy menuturkan, pemerintah desa juga memiliki peran penting untuk menggerakkan partisipasi masyarakat agar memanfaatkan keberadaan koperasi di desanya.

“Serta peran pemerintah desa itu penting ya untuk menggerakkan warganya agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan KDMP desa tersebut,” imbuh Desy.

BACA JUGA: Kopdes Merah Putih Blora Dibangun di Samping Makam Bikin Resah Warga, Ini Penjelasan Pemdes Tegalgunung

Selain mendorong partisipasi masyarakat, Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah juga melakukan pembinaan dan pendampingan agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar beroperasi.

Desy menjelaskan, meski KDKMP merupakan koperasi primer yang menjadi binaan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi tetap terlibat melakukan monitoring bersama.

“Saat ini meskipun KDMP berada di bawah binaan Dinas Koperasi kabupaten/kota karena merupakan koperasi primer kabupaten/kota, Dinas Koperasi Provinsi bekerja sama dengan ԁinas koperasi kabupaten/kota untuk melakukan pembinaan, pendampingan, dan monitoring evaluasi kepada KDMP,” jelasnya.

Ia mengatakan, Pemprov Jawa Tengah juga menempatkan pegawai ASN Paruh Waktu di setiap kabupaten/kota untuk membantu pendampingan operasional koperasi.

“Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah juga masih melakukan monitoring terhadap KDMP di daerah melalui pegawai ASN Paruh Waktu yang ԁitempatkan di tiap kabupaten/kota. Mereka wajib mendampingi KDMP agar dapat beroperasional,” tutur Desy.

Desy mengungkap, tantangan terbesar dalam menjalankan program KDKMP saat ini bukan hanya persoalan operasional, tetapi juga masih berubah-ubahnya regulasi yang mengatur program tersebut.

Selain itu, membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi baru juga menjadi tantangan tersendiri.

BACA JUGA: Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Tengah Sudah Beroperasi 73 Persen, Mayoritas Baru Buka Gerai Sembako

“Tantangan terbesar dalam menjalankan program KDMP di daerah lebih kepada kebijakan atau aturan terkait KDMP yang masih berubah-ubah. Selain itu, kepercayaan masyarakat maupun demotivasi pengurus dalam menjalankan KDMP juga menjadi tantangan yang cukup besar,” tutur Desy.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Desy, Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah terus menggelar berbagai pelatihan bagi pengurus koperasi sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak.

“Strategi kami saat ini tetap melaksanakan kegiatan pelatihan untuk KDMP serta mendorong kemitraan antara KDMP dengan BUMN, swasta, maupun sesama koperasi,” jelas Desy.

Tak hanya itu, Desy turut menanggapi isu yang belakangan ramai ԁiperbincangkan terkait pelatihan dasar kemiliteran bagi calon manajer KDKMP.

Ia menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam proses rekrutmen maupun pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, seluruh proses tersebut berada di luar kewenangan Dinas Koperasi daerah.

“Dinas Koperasi di daerah tidak terlibat dalam proses perekrutan calon manajer KDMP. Baik dari awal pendaftaran maupun sampai pelatihan dasar kemiliteran yang tengah berlangsung saat ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp