Gaya Hidup

Wali Kota Agustina Tersentuh Nonton Film Jangan Buang Ibu, Ajak Warga Lebih Muliakan Orang Tua

×

Wali Kota Agustina Tersentuh Nonton Film Jangan Buang Ibu, Ajak Warga Lebih Muliakan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Agustina Tersentuh Nonton Film Jangan Buang Ibu, Ajak Warga Lebih Muliakan Orang Tua
Foto bersama nonton bareng film Jangan Buang Ibu di XXI Paragon Mall Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Pesan kemanusiaan yang film tersebut angkat juga mendapat respons positif dari para penonton. Sejumlah adegan yang menggambarkan perjuangan seorang ibu terlihat membuat suasana bioskop dipenuhi emosi dan refleksi mendalam.

Salah satu pemeran utama film, Refal Hady, berharap karya tersebut mampu meninggalkan pesan yang kuat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Film ini bukan hanya hiburan. Kami ingin mengingatkan kembali tentang perjuangan seorang ibu yang terkadang luput dari perhatian kita. Semoga pesan yang kami sampaikan bisa sampai ke hati para penonton,” ujar Refal.

Selain menghadirkan pesan keluarga yang kuat, gala premiere tersebut juga menjadi momentum penguatan ekosistem perfilman di Kota Semarang.

Hadirnya para pelaku industri kreatif, komunitas film, tokoh masyarakat, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap perkembangan industri perfilman di daerah.

Buka Ruang Industri Kreatif Film

Agustina menegaskan Pemerintah Kota Semarang terus membuka ruang bagi tumbuhnya industri kreatif. Termasuk perfilman, sebagai bagian dari pembangunan budaya dan ekonomi kreatif kota.

“Semarang tidak hanya ingin terkenal sebagai kota yang berkembang secara fisik dan ekonomi. Tetapi juga sebagai kota yang mendukung lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk berkarya dan menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya di ukur dari infrastruktur maupun pertumbuhan investasi, tetapi juga dari kualitas kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya.

Film menjadi salah satu medium yang mampu membangun empati, memperkuat nilai kemanusiaan, sekaligus mempererat hubungan dalam keluarga.

“Ketahanan kota berawal dari ketahanan keluarga. Dan dalam keluarga, sosok ibu sering menjadi fondasi utama yang menjaga kasih sayang, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, memuliakan ibu sesungguhnya adalah bagian dari membangun peradaban,” tuturnya.

Menutup acara, Agustina mengajak masyarakat menjadikan film tersebut sebagai pengingat untuk lebih menghargai keberadaan orang tua selagi masih memiliki kesempatan.