SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang kembali mengirimkan delegasi perempuan untuk berpartisipasi dalam forum nasional. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, melepas puluhan anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Konsolidasi Nasional dan Kongres VI KPI.
Sebanyak 40 perempuan dari berbagai latar belakang organisasi di Kota Semarang hadir sebagai delegasi. Mereka membawa beragam isu, mulai dari disabilitas, perempuan buruh, perempuan rentan, hingga anak jalanan.
Agustina mengaku telah mengenal para aktivis tersebut sejak lama, bahkan sejak ia masih menjabat di DPRD Provinsi. Ia melihat konsistensi dan semangat mereka yang terus terjaga hingga kini.
“Saya sudah lama mengenal mereka. Wajah-wajah yang sama masih tetap bersemangat sampai sekarang. Saya bangga karena ada dorongan kuat untuk memastikan perempuan di Semarang terus maju dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Agustina seusai melepas kontingen di Balai Kota Semarang, Kamis, 9 April 2026.
Menurut Agustina, kongres ini menjadi momentum penting bagi para delegasi untuk menyampaikan aspirasi dan pengalaman dari daerah ke tingkat nasional.
Ia meminta para peserta aktif berbicara dan memanfaatkan forum untuk memperjuangkan isu yang mereka wakili.
“Saya meminta mereka mengikuti seluruh ketentuan forum dan aktif menyuarakan isu masing-masing. Ada yang mewakili disabilitas, perempuan buruh, perempuan rentan, hingga anak jalanan. Semua harus disampaikan dengan baik,” katanya.
BACA JUGA: 1.747 Jemaah Haji Semarang Siap Berangkat, Usia Termuda 15 Tahun dan Tertua 86 Tahun
Dia juga mengingatkan agar para delegasi menjaga nama baik Kota Semarang selama mengikuti kegiatan nasional. Baginya, kehadiran mereka bukan sekadar individu, tetapi representasi masyarakat kota.
“Mereka membawa nama Semarang. Ketika masuk forum nasional, tentu ada banyak hal yang perlu disesuaikan. Saya berharap mereka bisa menunjukkan kualitas dan semangat perempuan Semarang,” tambahnya.
Kongres KPI sendiri merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang konsolidasi organisasi perempuan dari berbagai daerah.
Dalam forum tersebut, peserta akan menyampaikan laporan kegiatan, memperkuat jaringan, serta merumuskan rekomendasi gerakan perempuan untuk satu tahun ke depan.
Delegasi dari Semarang pun membawa misi yang sejalan dengan gerakan KPI secara nasional, sekaligus menyuarakan kebutuhan komunitas yang mereka dampingi di daerah.
Mereka berasal dari beragam klaster organisasi, termasuk kelompok disabilitas, perempuan politik, buruh, perempuan rentan, dan komunitas pendamping anak jalanan. (*)
Editor: Elly Amaliyah





