Ia meraih peringkat terbaik pertama di Madrasah Aliyah Kejuruan Multimedia dan merupakan hafidzah 30 juz Al-Qur’an.
Sementara itu, Nurlita Nasucha meraih juara II Porseni Jawa Tengah di Banyumas serta juara I dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan di UDINUS.
Apresiasi ini harapannya dapat memotivasi para santri untuk terus mengembangkan potensi di bidang pendidikan, keagamaan, dan olahraga.
Perhatian Agustina terhadap penggerak keagamaan juga tercermin melalui pemberian bisyaroh kepada para penggerak keagamaan. Termasuk guru agama dan marbot. Jumlah penerima meningkat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026.
Peningkatan jumlah penerima tersebut memperluas jangkauan dukungan bagi mereka yang berperan dalam mendidik generasi muda, membina kehidupan keagamaan, dan menjaga keberlangsungan kegiatan ibadah.
Melalui penguatan forum pesantren, apresiasi bagi santri berprestasi, dan perhatian kepada penggerak keagamaan. Agustina berharap pesantren di Kota Semarang semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)





