Ia juga mendorong pelajar dan mahasiswa yang gemar bermain game untuk melihat peluang karier yang lebih luas di industri tersebut. “Game itu bukan sekadar bermain. Kalian bisa menghasilkan uang, bisa membangun karier dari sana,” tambah Agustina.
Menutup sesi dialog, Agustina menegaskan bahwa pemerintah kota ingin menjadi “shoulder to cry on” bagi anak muda.
Pemkot bersama KNPI dan Fakultas Psikologi Undip telah menjalankan program turun ke sekolah-sekolah menggunakan media permainan edukatif untuk membantu anak-anak lebih terbuka mengenai persoalan yang mereka hadapi. (*)
Editor: Elly Amaliyah





