Pendidikan

Walikota Semarang Tanggapi Wacana Enam Hari Sekolah, Sebut Perlu Kajian Mendalam

×

Walikota Semarang Tanggapi Wacana Enam Hari Sekolah, Sebut Perlu Kajian Mendalam

Sebarkan artikel ini
Respon Agustin Soal Penipuan Masuk ASN Pemkot Semarang Catut Nama Wali Kota
Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak ingin terburu-buru untuk mengambil kebijakan enam hari sekolah, meskipun wacana ini tengah dibahas di Pemprov Jateng, untuk SMA/SMK.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengatakan, kebijakan lima hari sekolah tujuan utamanya adalah memberikan waktu luang kepada anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga.

Namun, berdasarkan kajian, para orang tua banyak yang bekerja hingga enam bahkan tujuh hari dalam sepekan.

Hal ini tidak menutup kemungkinan, kebijakan ini membuka peluang pemberlakuan pada jenjang di bawahnya, yakni SD, SMP, TK dan PAUD, yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

BACA JUGA: Kaji Wacana Enam Hari Sekolah, Pemprov Jateng Libatkan Perguruan Tinggi, Pakar, dan Dewan Pendidikan

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perubahan sistem belajar perlu pertimbangan matang agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa maupun keluarga.

Ia memastikan Pemkot Semarang sudah berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk menyelaraskan kebijakan.

“Kami sudah berkoodinasi dengan pusat terkait adanya wacana itu. Yang jelas harus ada kajian mendalam yang harus Bappeda lakukan,” katanya Agustina.

Ia menekankan bahwa perubahan jumlah hari sekolah tidak bisa berjalan tanpa perencanaan kegiatan pengganti yang jelas.

Menurutnya, waktu anak justru bisa berkurang di sekolah meskipun enam hari sekolah berlaku, sehingga pemerintah perlu menyiapkan aktivitas positif di luar jam pelajaran.

Agustina menyebut kebijakan ini, perlu disiapkan kegiatan yang positif, sehingga anak-anak tidak terjun ke hal yang negatif atau merugikan.

“Misalnya dengan menambah kegiatan sore hari, bisa mengaji, les menari atau yang lainnya, terutama untuk anak-anak ditingkat RT agar punya keterampilan khusus untuk mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Atau lanjut dia, dengan kegiatan les mata pelajaran tertentu seperti bahasa Inggris, Matematika dan lainnya. “Misal kalau les menari, bisa buat pentas saat Agustusan. Atau les lain seperti bahasa Inggris dan lainnya,” bebernya.

Perlu Kajian Enam Hari Sekolah

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Joko Hartono mengatakan jika di Kota Semarang khususnya untuk SD dan SMP maupun PAUD saat ini belum ada wacana sekolah 6 hari.

“Kami lihat nanti perkembangan selanjutnya. Jadi, saat ini masih sama 5 hari sekolah, belum ada wacana ke sana. Nanti kami ikuti perkembangannya. Mungkin akan ada evaluasi,” kata Joko.

Terkait perlunya kajian apabila ingin memberlakukan kembali sekolah 6 hari. Joko menyebut perlu kajian untuk sebuah keputusan kebijakan, termasuk kajian melalui penelitian ilmiah.

“Karena hasil penelitian ilmiahnya, tentu itu harus melalui sebuah kajian. Bukan sebuah keputusan yang tiba-tiba tapi keputusan yang mempertimbangkan hasil-hasil penelitian ilmiah. Kita ikuti petunjuk pimpinan,” imbuhnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp