Jateng

Walikota Tanggapi Persoalan Parkir Liar di Semarang, Minta BRIDA Kaji Titik Potensial PAD

×

Walikota Tanggapi Persoalan Parkir Liar di Semarang, Minta BRIDA Kaji Titik Potensial PAD

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana melakukan koreksi terhadap sejumlah zona Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada 2026.
Walikota dan Wakil Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut jika Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Semarang tengah melakukan kajian terkait potensi titik keramaian yang kerap menjadi tempat parkir liar.

Agustina menjelaskan, jika ada keramaian pastinya muncul titik parkir liar. Salah satunya di sekitar DP Mall yakni Jalan Inspeksi yang kerap menjadi titik parkir liar atau dadakan saat akhir pekan ataupun libur panjang. “Istilahnya ada gula ada semut, ada keramaian pasti ada titik parkir liar,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, banyak jalan yang saat ini belum mendapat ketetapan aturan pengguna jalan. Brida kata dia, sudah melakukan kajian potensi wilayah parkir liar.

“Brida sudah ada kajian, yang belum jadi titik resmi alias liar nanti masuk ke Perwal agar jadi titik yang sah,” bebernya.

BACA JUGA: Ramai Parkir Liar di Kawasan DP Mall Semarang, Dishub Akan Ambil Tindakan Tegas

Terkait penetapan zona parkir ini, Pemkot kata dia, juga mengacu dampak lingkungan termasuk di Jalan Inspeksi. Apalagi banyak pelaku usaha yang di sana juga membayar pajak.

Dari pantauan, tidak hanya di DP Mall, parkir yang semrawut juga bisa terlihat di depan dan jalan samping Java Mall. Atau pusat perbelanjaan dan mall lainnya yang ada di Kota Semarang.

“Dampak lingkungan juga kita lihat, ada hotel di sana. Intinya kunci masalah ini adalah komunikasi yang baik,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Brida Kota Semarang, Bagus Irawan menyebut jika Brida saat ini tengah menyusun kajian untuk meningkatkan retribusi parkir di Ibu Kota Jateng.

Salah satunya adalah dengan melihat potensi pendapatan parkir dari titik yang sudah ada, namun tidak pernah memenuhi target. Adapun kajian ini berjalan secara independen dan melihat potensi yang sebenarnya di lapangan.

“Kita lakukan survei dengan melihat kondisi di lapangan, data-data di lokasi yang sudah ada, potensinya seperti apa. Dan potensi baru yang bisa meningkatkan PAD,” kata Bagus.

BRIDA Lakukan Kajian Potensi PAD Parkir

Hasil sementara dari survei dan kajian, lanjut Bagus sebenarnya masih banyak potensi yang bisa meningkatkan pendapatan daerah. Adapun kebijakan ini sendiri nantinya memberikan rekomendasi strategis bagi dinas terkait untuk jadi pertimbangan kebijakan.

“Belum semua rampung ya, tapi beberapa potensi sudah kita petakan, kita lakukan di semua daerah yang punya potensi,” ujarnya

Salah satunya lanjut Bagus, adalah kajian dari retribusi parkir tepi jalan. Brida kata dia, tidak mendorong Pemkot untuk menambah titik parkir tepi jalan, karena di anggap memberikan hambatan bagi pengguna jalan.

“Tapi kalau ada potensi dan belum maksimal, kajian dari kami bisa Dinas gunakan agar retribusi lebih maksimal,” ujarnya.

Adapun titik pusat kegiatan masyarakat, seperti perdagangan dan jasa, pendidikan, dan lainnya termasuk salah satu wilayah yang di kaji oleh Brida untuk mengoptimalkan pendapatan dari retribusi parkir.

“Tapi walaupun terlihat ramai kalau itu masuk ruas jalannya provinsi atau nasional tentu kita tidak bisa mengidentifikasi atau memasukkan itu dalam potensi parkir,” pungkasnya.(*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp