SEMARANG, beritajateng.tv – Angin dingin kian menusuk tulang saat kabut menyelimuti lingkungan Dusun Ngaduman, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Selasa 28 April 2026 petang.
Namun kondisi itu tidak menyurutkan niat ratusan warga untuk mendekat ke panggung kesenian rakyat yang berada di jantung permukiman.
Mereka tidak hanya berasal dari Dusun Ngaduman, tetapi juga dari dusun hingga desa tetangga di wilayah Kecamatan Getasan.
Meski hari beranjak malam, suasana di dusun yang berada di ketinggian 1.736 mdpl ini justru semakin ramai karena warga terus berdatangan. Sepanjang jalan utama hingga halaman rumah warga terpenuhi kendaraan para tamu.
BACA JUGA: Pencurian Beruntun Sasar Rumah Ibadah di Getasan Semarang, Polisi Masih Buru Pelaku
Hari itu menjadi puncak rangkaian tradisi “Aprilan” atau merti dusun yang rutin warga lereng Gunung Merbabu gelar tersebut. Bagi warga yang mayoritas beragama Kristiani, Aprilan juga menjadi bagian dari perayaan Paskah.
“Di sini tradisi Aprilan selalu ramai, mirip Lebaran bagi umat Muslim,” ujar Bayu Prasetyo (28), warga setempat.
Ia menjelaskan, setiap warga menggelar open house dan menyambut kedatangan keluarga maupun kerabat dari luar daerah. Para tamu juga diajak mencicipi hidangan yang telah disiapkan khusus untuk perayaan tersebut.
Selain itu, berbagai kesenian tradisional turut meramaikan suasana. Panggung utama menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tari tradisional hingga jaranan.
Ketua Karang Taruna Kridha Bakti Ngaduman, Yoel Dwi Teguh Santoso (26), mengatakan gelaran tradisi Aprilan ini secara turun-temurun setiap pekan terakhir April.
Ia menyebut, panitia kegiatan melibatkan para pemuda setempat, sementara seluruh penampil kesenian berasal dari warga Dusun Ngaduman.
BACA JUGA: Kopdes Merah Putih Berdiri di Batur Getasan, Danrem 073/Makutarama: Tak Akan Matikan Usaha Kecil
Sebelum pertunjukan mulai, warga menggelar doa bersama dan makan bersama dengan membawa tumpeng di jalan dusun sebagai bentuk syukur atas hasil panen.
“Warga berharap keberkahan dan kesejahteraan terus diberikan melalui tradisi ini,” ujarnya. (*)
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





