Jateng

Waspada! Cuaca Ekstrem Jateng Ancam Sejumlah Wilayah Hingga 22 Januari Mendatang

×

Waspada! Cuaca Ekstrem Jateng Ancam Sejumlah Wilayah Hingga 22 Januari Mendatang

Sebarkan artikel ini
Awan gelap menandakan potensi cuaca ekstrem
Awan gelap menandakan potensi cuaca ekstrem (sumber: freepik.com)

SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca ekstrem Jateng kembali mengancam sejumlah wilayah menyusul peningkatan intensitas hujan beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat curah hujan harian mencapai 188,4 milimeter. Kondisi tersebut memicu kewaspadaan berbagai pihak. Masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan sejak sekarang.

Peringatan resmi BMKG menyebut hujan lebat berpotensi muncul bersama petir serta angin kencang. Fenomena itu berpeluang berlangsung sampai 22 Januari 2026. Situasi atmosfer menunjukkan dinamika cukup kompleks. Beberapa faktor regional berperan kuat.

Menurut BMKG, sirkulasi siklonik muncul pada selatan Nusa Tenggara Barat. Sistem itu berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Aktivitas tersebut memperkuat pertumbuhan awan hujan. Aliran udara lembap turut menyertai proses tersebut.

Selain itu, monsun dingin Asia bergerak aktif. Aliran udara lembap melaju cepat dari Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata. Arus tersebut kemudian mencapai Pulau Jawa. Kombinasi faktor tadi membentuk konvergensi luas.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Tekan Produksi Durian Brongkol Semarang, Petani Khawatir Panen Zonk

BMKG menjelaskan konvergensi itu memicu hujan intensif. Sejumlah wilayah Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara Barat terkena dampak. Intensitas hujan meningkat signifikan. Potensi gangguan aktivitas masyarakat pun membesar.

Seorang pejabat BMKG menyampaikan pernyataan resmi. Ia mengatakan, “Kami melihat dinamika atmosfer sangat aktif. Faktor regional saling menguatkan. Kondisi tersebut memicu awan hujan tebal.”

Pernyataan itu menegaskan perlunya kewaspadaan. Risiko bencana hidrometeorologi meningkat. Banjir serta tanah longsor berpotensi muncul. Langkah antisipasi menjadi krusial.

Cuaca Ekstrem Jateng Berlanjut

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah merilis wilayah terdampak. Rilis tersebut mencakup periode 16 sampai 21 Januari 2026. Hujan sedang hingga lebat tercatat merata. Beberapa daerah menghadapi petir serta angin kencang.

Kepala BPBD Jawa Tengah memberikan keterangan. Ia menyatakan, “Kami meminta warga waspada. Perubahan cuaca terjadi cepat. Koordinasi bersama daerah terus berjalan.”

BACA JUGA: GAWAT! BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem Muncul di Sejumlah Wilayah Pekan Ini

Pada 16 Januari 2026, hujan sedang melanda Cilacap, Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Boyolali, Klaten, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Banyumas, Purbalingga, Wonosobo, Magelang, Demak, Jepara, Kudus, serta Grobogan. Kota Semarang dan Kota Magelang turut terdampak.

Tanggal berikutnya, hujan berlanjut pada Cilacap, Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Kudus, Magelang, Kebumen, Boyolali, Klaten, Sragen, Sukoharjo, serta Surakarta. Intensitas hujan bervariasi.

BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng Selatan, BMKG: Curah Hujan Capai 500 Milimeter

Memasuki 18 Januari, hujan menjangkau Cilacap, Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Rembang, Sragen, Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Magelang, Wonosobo, Kebumen, serta Purworejo.

Selanjutnya, wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang, Demak, Jepara, Kudus, Purbalingga, Kebumen, Magelang, serta Sragen menghadapi hujan pada 19 Januari. Pola hujan menunjukkan konsistensi.

BPBD juga mencatat hujan lebat. Temanggung, Kendal, serta Sragen masuk daftar 16 Januari. Temanggung, Demak, serta Jepara menyusul sehari kemudian. Daerah lain seperti Banjarnegara, Banyumas, serta Batang menghadapi hujan lebat pada 18 Januari.

Menjelang akhir periode, hujan lebat kembali muncul. Temanggung dan Boyolali tercatat pada 19 Januari. Jepara, Kudus, serta Purbalingga menyusul 20 Januari. Temanggung dan Jepara menutup daftar 21 Januari. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp