Jateng

Wilayah Jawa Tengah Masih Kemarau Tapi Sesekali Turun Hujan, BMKG Sebut Durasi dan Curah Berbeda

×

Wilayah Jawa Tengah Masih Kemarau Tapi Sesekali Turun Hujan, BMKG Sebut Durasi dan Curah Berbeda

Sebarkan artikel ini
Hujan Kemarau
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita Eka Wati, saat ditemui di kantornya, Minggu, 23 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia menjelaskan, kondisi topografi tersebut turut memengaruhi proses pemanasan dan konveksi sehingga uap air dapat naik dan membentuk awan.

“Karena dia berbukit, gunung, jadi proses pembentukan awannya juga cukup cepat dan mungkin proses pemanasannya atau konvektifnya cukup besar dan uap airnya naik juga lumayan,” katanya.

Sebab itu, hujan dapat lebih sering terjadi di wilayah pegunungan ԁibandingkan daerah dataran rendah.

Secara umum, kata Rany, Jawa Tengah masih berada dalam puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Berdasarkan prediksi BMKG, sejumlah wilayah Jawa Tengah bahkan masih akan mengalami puncak musim kemarau pada September mendatang. Salah satunya adalah Karimunjawa di Kabupaten Jepara.

BACA JUGA: Potensi Hujan Menurun, BMKG Jateng Prediksi Segera Kemarau Mulai Mei 2024: Durasi Hingga 5 Bulan

“Di bulan Agustus ini secara umum wilayah Jawa Tengah itu masuk puncak musim kemaraunya. Kemudian September itu masih ada beberapa wilayah seperti Karimunjawa itu baru puncak musim kemarau di September menurut prediksinya,” jelas Rany.

Sementara itu, masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan ԁiperkirakan mulai terjadi pada September dasarian kedua atau ketiga.

Adapun periode tersebut merupakan masa pancaroba, bukan berarti seluruh wilayah Jawa Tengah langsung memasuki musim penghujan.

Ia menegaskan, hujan yang belakangan turun di sejumlah wilayah Jawa Tengah belum dapat menjadi penanda bahwa musim penghujan telah tiba.

Rany mengungkap, kondisi Jawa Tengah saat ini masih berada dalam musim kemarau. Hujan yang terjadi hanya bersifat lokal dan dapat muncul ketika kondisi atmosfer mendukung.

Sementara untuk suhu di Kota Semarang, khususnya berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang di sekitar kawasan Bandara Ahmad Yani, suhu berada pada kisaran 33-34 derajat Celsius.

“September dasarian kedua atau ketiga itu sudah mulai masuk ke peralihan musim penghujan. Pancaroba dari kemarau ke penghujan,” tandas Rany. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp