Untuk sementara, warga yang rumahnya masih layak huni tetap bertahan dengan meningkatkan kewaspadaan.
Setiap malam, warga memberlakukan ronda dan pemantauan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan.
“Kalau yang rumahnya berisiko tinggi, kami imbau untuk waspada. Saat ini BPBD juga telah mendirikan tenda pengungsian yang di peruntukkan bagi warga terdampak,” katanya.
Pergerakan tanah di Jalan Jangli, berdasarkan laporan terus bertambah. Sejak tadi malam hingga pagi hari, tanah bergerak sekitar dua meter. Sehingga lebar retakan kini mencapai kurang lebih lima meter dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor.
“Radius terdampak kurang lebih 70 meter. Tapi masih di wilayah RT 7 RW 1,” tambah Joko.
Warga berharap adanya relokasi ke lokasi yang lebih aman, namun masih berada di sekitar tanah yang sama.
Menurut Joko, masih terdapat lahan yang memungkinkan untuk relokasi sekitar 15 rumah terdampak, meski luasnya terbatas. (*)
Editor: Elly Amaliyah





