Jateng

18 Desa di Kabupaten Semarang Krisis Air Bersih, Pemkab Gandeng PMI Bantu Warga Terdampak

×

18 Desa di Kabupaten Semarang Krisis Air Bersih, Pemkab Gandeng PMI Bantu Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Krisis Air Bersih
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, saat menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu, 2 September 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 18 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Semarang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak.

Upaya tersebut melibatkan PMI dan Baznas Kabupaten Semarang, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Semarang, serta Polres Semarang.

“Termasuk perusahaan swasta, berbagai komunitas, dan lainnya,” kata Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, saat menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu, 2 September 2026.

Menurut bupati, warga Dusun Bulu, Desa Dadapayam, merupakan satu dari 18 desa yang mengalami krisis air bersih dan sangat membutuhkan bantuan.

BACA JUGA: Warga Gondang Terdampak Kemarau, Bhayangkari Cabang Blora Salurkan Bantuan Air Bersih

Kemarau panjang membuat warga di Dusun Bulu kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada Rabu, 2 September 2026, bantuan air bersih sebanyak 15 tangki ԁisalurkan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang.

“Sehingga, total bantuan air bersih Pemkab Semarang yang ԁisalurkan kepada masyarakat terdampak total mencapai 275 tangki air untuk 18 desa di Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Dariyati (60), salah satu warga Dusun Bulu, mengaku kesulitan air bersih yang warga setempat alami sudah berlangsung selama empat bulan.

Selain sumur-sumur warga mengering, akses air bersih dari instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga semakin terbatas. “Bahkan kualitas air Pamsimas juga sudah jelek,” tegasnya.

BACA JUGA: Terdampak Kemarau, 870 Warga Desa Kedungringin Semarang Terima Bantuan 13 Ribu Liter Air Bersih

Akibat kondisi tersebut, warga harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan memasak setiap hari. “Makanya, kami di Dusun Bulu ini sangat membutuhkan bantuan air bersih,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang, Istichomah, menambahkan bahwa penyaluran bantuan air bersih dari Pemkab Semarang tidak terbatas dan tidak berhenti sampai hari tersebut.

Pasalnya, musim kemarau di wilayah Kabupaten Semarang pada 2026 ԁiperkirakan berlangsung lebih panjang ԁibandingkan musim kemarau tahun sebelumnya.

“Kalau warga terdampak masih membutuhkan, PMI Kabupaten Semarang dan juga Dinsos dan kolaborasi dengan instansi lainnya akan terus mengirimkan bantuan,” jelasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp