SEMARANG, beritajateng.tv – Teks khutbah Jumat bisa kamu lihat di artikel di bawah ini.
Memasuki bulan April, masyarakat Indonesia mulai merasakan datangnya musim kemarau. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
Terlebih, adanya potensi ancaman seperti fenomena El Nino yang dapat memperparah kekeringan.
Berikut teks khutbah Jumat dua bagian yang membahas bagaimana umat Muslim menyikapi musim kemarau sekaligus meningkatkan ketakwaan di bulan Syawal.
Khutbah Jumat Pertama
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du,
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Saat ini kita mulai memasuki musim kemarau. Sebuah fase alam yang Allah tetapkan dalam siklus kehidupan. Panas yang meningkat, berkurangnya ketersediaan air, serta potensi kekeringan merupakan tanda kekuasaan-Nya.
BACA JUGA: Naskah Khutbah Idul Fitri 2026: 6 Kekeliruan Paling Umum saat Lebaran
Semua ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan sarana untuk merenung, bersyukur, dan memperbaiki diri. Allah telah menetapkan segala sesuatu dengan ukuran yang sempurna.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ada beberapa sikap yang harus dimiliki seorang Muslim dalam menghadapi musim kemarau:
1.Meningkatkan rasa syukur
Nikmat air dan kesehatan adalah karunia besar. Jangan sampai kita menjadi hamba yang kufur nikmat.
2. Tidak berlebihan dalam menggunakan air
Islam mengajarkan keseimbangan, bahkan dalam berwudhu. Hemat air adalah bagian dari ibadah.
3. Memperbanyak istighfar dan doa
Kemarau bisa menjadi ujian. Perbanyak memohon ampun dan meminta hujan yang membawa keberkahan.
4. Peduli terhadap sesama
Bantu saudara yang terdampak kekeringan, baik dengan air bersih maupun bantuan lainnya.
5. Menjaga lingkungan
Kerusakan alam seperti kebakaran hutan harus dicegah. Menjaga bumi adalah amanah.
Khutbah Jumat Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ…
أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita saat ini berada di bulan Syawal, bulan peningkatan keimanan setelah Ramadhan. Kata Syawal bermakna “meningkat”, yaitu peningkatan dalam ketaatan kepada Allah.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan iman di bulan Syawal:
Meninggalkan larangan Allah dan sifat tercela
Menguatkan rukun iman dalam kehidupan sehari-hari
Memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan anak yatim
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 177:
“Laisal birra an tuwallu wujuhakum…” (QS. Al-Baqarah: 177)
BACA JUGA: Contoh Bacaan Khutbah Jumat Akhir Tahun 1446 Hijriah: Saatnya Introspeksi Diri
Ayat ini mengajarkan bahwa kebajikan sejati adalah keimanan, kepedulian sosial, dan kesabaran dalam menghadapi ujian.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ujian kehidupan, termasuk kemarau dan kesulitan, adalah sarana untuk menguji keimanan kita. Oleh karena itu, bersabarlah dan tetaplah dekat kepada Allah.
Selain itu, mari kita tingkatkan kesalehan sosial melalui tradisi saling memaafkan atau halalbihalal, agar kembali fitri tidak hanya kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia.
Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-A’raf ayat 199:
“Khudzil ‘afwa wa’mur bil ‘urfi…”
Artinya: Jadilah pemaaf, perintahkan yang makruf, dan berpaling dari orang-orang bodoh.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa dan mendapatkan keselamatan dunia serta akhirat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikian teks khutbah Jumat kali ini yang dapat menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk tetap bersyukur, menjaga lingkungan, serta meningkatkan ketakwaan di tengah datangnya musim kemarau. (*)





