“Goa itu sangat indah dan mistis. Cahaya yang masuk ke dalam sangat luar biasa. Saya menyukainya,” ujarnya.
Keduanya juga mengapresiasi kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.
“Semuanya sangat bersih. Mereka merawatnya dengan sangat baik. Kami senang melihat orang-orang menjaga alam dengan baik,” tambah Joann.
Rencananya, Joann dan Claudia masih akan mengunjungi sejumlah lokasi ikonik dan bersejarah di Blora hingga 5 Juni 2026 sebelum kembali ke Jerman sehari setelahnya.
Kunjungan mereka ke Blora awalnya bertujuan menjenguk Soesilo Toer, adik sastrawan ternama Pramoedya Ananta Toer.
BACA JUGA: Protes Gubernur Jateng Sebut Jalan di Blora Tak Penting, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak
Dari kunjungan tersebut, keduanya kemudian tertarik menjelajahi berbagai destinasi wisata di Kabupaten Blora.
Joann mengungkapkan, ketertarikannya terhadap keluarga Pramoedya bermula dari sang ibu, Margit Liewald, yang pernah terlibat dalam aksi penggalangan dukungan melalui Amnesty International untuk pembebasan Pramoedya saat masih dipenjara.
“Tahun lalu kami mengetahui Soesilo Toer masih hidup, sehingga kami ingin mengunjunginya,” pungkas Joann. (*)
Editor: Farah Nazila





