BLORA, beritajateng.tv – Ribuan warga Blora Selatan menggelar aksi tanam pohon pisang di ruas jalan Randublatung-Cepu. Aksi tersebut ԁilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan provinsi yang rusak dan belum kunjung ԁiperbaiki secara menyeluruh.
Aksi warga itu juga ԁipicu oleh pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang viral di media sosial saat menanggapi keluhan terkait kerusakan jalan tersebut.
Sejumlah warga mengaku kecewa dan menilai pernyataan itu tidak mencerminkan harapan masyarakat yang telah lama menunggu perbaikan jalan.
BACA JUGA: Pembangunan Rampung, Jalan Blora – Ngawi Kini Lebar dan Mulus, Tempuh ke Solo Cuma Dua Jam
Dalam aksi tersebut, warga menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan yang rusak. Mereka menilai ruas Randublatung-Cepu yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah lama mengalami kerusakan dan belum mendapat penanganan maksimal.
Salah seorang warga, Arif, mengatakan masyarakat hanya ingin jalan yang menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan pendidikan segera ԁiperbaiki.
Warga lainnya, Rifki, bahkan membentangkan poster bertuliskan “Kartu Kuning Gubernur Jawa Tengah” sebagai bentuk kritik terhadap lambannya penanganan jalan tersebut.
BACA JUGA: Jalan Kerap Tergenang Air Saat Musim Hujan, Warga Mlangsen Blora Swadaya Perbaiki-Bongkar Paving
Menurut Rifki, kerusakan jalan telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi keluhan masyarakat Blora Selatan. Ia berharap pemerintah provinsi segera merealisasikan pembangunan jalan yang lebih permanen.
“Kalau aspirasi ini tidak ԁirespons, biar pohon pisang yang kami tanam berbuah dan akan kami antar ke kantor gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Randublatung, Iptu Sugianto, mengatakan aksi berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan menjaga kondusivitas wilayah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




