- Jumlah anak usia sekolah yang terus menurun.
- Orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta berbasis agama.
- Lokasi sekolah yang berada di wilayah terpencil.
- Adanya program boarding di sejumlah SD swasta yang memengaruhi pilihan masyarakat.
Khusus untuk SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah di Kecamatan Wirosari, Irfan menyebut program boarding dugaan kuat menjadi salah satu penyebab tidak adanya pendaftar.
“Untuk SD yang di Wirosari itu ada program boarding, kabarnya di wajibkan. Kabarnya murid kurang betah, akhirnya tidak ada pendaftar,” pungkasnya.
BACA JUGA: Dorong Kesadaran Sejak Dini, Dinas Pendidikan Semarang Integrasikan Pendidikan Lingkungan ke Kurikulum PAUD
Sebagai informasi, SDN 4 Dimoro sebelumnya juga sempat menjadi sorotan. Pada 2024 lalu, sekolah tersebut hanya menerima satu murid baru. Namun, siswi tersebut meninggal dunia diduga akibat tenggelam di sungai desa setempat. (*)





