Jateng

60.321 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Muria, Djarum Foundation Perkuat Ekosistem dan Konservasi

×

60.321 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Muria, Djarum Foundation Perkuat Ekosistem dan Konservasi

Sebarkan artikel ini
60.321 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Muria, Djarum Foundation Perkuat Ekosistem dan Konservasi
Penanaman ribuan bibit pohon di Lereng Muria Kudus. (Ellya/beritajateng.tv)

Lereng Muria memiliki fungsi ekologis vital sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem. Sistem agroforestri kopi yang masyarakat setempat kembangkan dinilai efektif menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mengurangi risiko erosi.

Kementerian Kehutanan mengapresiasi kolaborasi antara swasta, komunitas, dan petani lokal ini. Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan, Ayi Firdaus Maturidy, menegaskan bahwa model kolaboratif seperti ini sejalan dengan kebijakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

“Gunung Muria memiliki peran penting secara ekologis dan ekonomi. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Gerakan Konservasi Muria

Gerakan konservasi di Muria sendiri telah dirintis sejak 2021 oleh Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria). Ketua PEKA Muria, Teguh Budi Wiyono, bersama 20 relawan dan petani kopi rutin menanam pohon di sekitar sumber mata air yang mulai terancam.

“Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka. Dari situ kami bergerak menanam bersama warga. Pelan-pelan tapi konsisten,” kata Teguh.

Ia mengakui dukungan bibit dari BLDF mempercepat perluasan penghijauan. “Harapan kami, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi,” tambahnya.

Partisipasi generasi muda juga menjadi energi baru bagi gerakan ini. Muhammad Rifa Febrian, peserta kategori lari dengan capaian tertinggi, mengaku bangga bisa terlibat.

“Lewat hobi lari, saya bisa ikut berkontribusi langsung untuk konservasi. Rasanya beda ketika tahu kilometer yang kita tempuh berubah jadi pohon yang ditanam untuk petani dan lingkungan,” ujarnya.

Ke depan, penanaman 60.321 bibit pohon ini diharapkan memperkuat ketahanan ekosistem lereng Muria sekaligus menciptakan model pertanian kopi berkelanjutan berbasis agroforestri.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh bagaimana aksi digital dapat diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp