Jateng

60.321 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Muria, Djarum Foundation Perkuat Ekosistem dan Konservasi

×

60.321 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Muria, Djarum Foundation Perkuat Ekosistem dan Konservasi

Sebarkan artikel ini
60.321 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Muria, Djarum Foundation Perkuat Ekosistem dan Konservasi
Penanaman ribuan bibit pohon di Lereng Muria Kudus. (Ellya/beritajateng.tv)

KUDUS, beritajateng.tv – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) berupaya menjaga kelestarian lereng Gunung Muria sekaligus memperkuat ekonomi petani kopi.

Salah satunya dengan menanam 60.321 bibit multipurpose tree species (MPTS) di kawasan lereng Muria, Kabupaten Kudus. Ini merupakan hasil konversi gerakan digital One Action One Tree (OAOT) 2026.

Ribuan bibit tersebut telah terkumpul berkat partisipasi 650 anak muda selama dua bulan terakhir. Melalui aktivitas berlari, bersepeda, dan kampanye di media sosial, para peserta mengubah gaya hidup aktif mereka menjadi aksi nyata penghijauan.

Tercatat, total jarak bersepeda peserta mencapai 67.941 kilometer dan lari menembus 31.051 kilometer. Selain itu, 525 konten kampanye lingkungan terpublikasi di Instagram sebagai bentuk edukasi dan ajakan kolektif menjaga bumi.

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengatakan gerakan OAOT hadir untuk menjembatani gaya hidup generasi muda dengan aksi konkret pelestarian lingkungan.

BACA JUGA: BLDF Rilis Serial Web “2125: Pesan dari Bumi” Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

“OACT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang berjalan secara konsisten dan kolektif akan memberi dampak berkelanjutan. Kami ingin generasi muda terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi,” ujar Mutiara saat seremoni penutupan OAOT 2026 di Balai Desa Japan, Kudus.

Bibit MPTS tersebut, lanjutnya, bukan sekadar pohon penghijauan biasa. Jenis tanaman ini memiliki nilai ekonomi karena menghasilkan buah atau produk turunan yang bisa masyarakat manfaatkan. BLDF menggandeng kelompok tani kopi Muria untuk merawat bibit hingga tumbuh produktif.

Pendekatan ini mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Selain penyediaan bibit, BLDF juga memberikan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, hingga strategi pemasaran kreatif melalui media sosial.

“Kami ingin upaya pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan penguatan ekonomi petani. Karena itu, kami lengkapi dengan pelatihan agar Kopi Muria semakin terkenal dan memiliki daya saing,” lanjut Mutiara.