“Salah satu kunci keberhasilan meraih prestasi adalah adanya kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan ini merupakan salah satu wujud mental yang kuat dan komitmen sebagai atlet,” kata Helly.
Berbagai materi TNI berikan dalam latihan gabungan tersebut. Para atlet mengikuti simulasi permainan, outbound, hingga character building yang dirancang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.
Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang bagi atlet dari berbagai cabang olahraga untuk saling mengenal. Mereka di dorong memahami bahwa perjuangan di Porprov bukan hanya soal mengejar medali secara individu, tetapi juga membawa nama besar Kota Semarang.
“Melalui simulasi permainan, outbound dan character building, atlet dilatih bagaimana menjalin kekompakan dan kebersamaan. Dengan demikian, mereka nantinya bisa saling mendukung satu sama lain saat bertanding pada Porprov Jateng XVII,” jelas Helly.
Menariknya, pembentukan karakter atlet tidak berhenti ketika aktivitas latihan selesai. Pada malam hari, para peserta diajak mengikuti kegiatan api unggun.
Suasana pun berubah lebih cair. Para atlet dari masing-masing barak menampilkan pentas seni sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan.
Momen tersebut menjadi jeda setelah seharian menjalani berbagai aktivitas fisik dan pembentukan karakter. Tawa, kreativitas, dan kebersamaan menjadi bagian dari proses membangun chemistry antaratlet.
KONI Kota Semarang berharap pengalaman selama latihan gabungan tersebut dapat menjadi bekal penting ketika para atlet turun ke arena Porprov Jateng XVII Semarang Raya 2026.
“Harapannya atlet menjadi lebih patriotik. Kami berharap semua atlet yang lolos ke Porprov XVII Semarang Raya bisa bertanding secara sportif. Selain menjadi juara, kami ingin karakter mereka juga terbentuk dengan baik,” pungkas Helly.
Porprov Jateng XVII Semarang Raya 2026 pun kini semakin dekat. Bagi 800 atlet Kota Semarang, perjuangan bukan hanya tentang siapa yang paling kuat secara fisik atau paling tajam secara teknik.
Ada satu pertarungan lain yang tak kalah menentukan: memenangkan mental sebelum memenangkan pertandingan. (*)




