SEMARANG, beritajateng.tv – Pengamat transportasi publik asal Kota Semarang, Djoko Setijowarno memberikan masukan terkait materi debat dalam Pilgub Jawa Tengah maupun Pilwalkot Semarang.
Djoko menyarankan agar topik transportasi publik masuk menjadi satu materi debat. Ia menilai, seluruh kandidat, baik cagub dan cawalkot, harus memiliki pemahaman mengenai transportasi publik.
“Transportasi itu sudah menjadi kebutuhan dasar [di samping] sandang, pangan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Apalagi kita ingin Indonesia Emas 2045, paling tidak 5 tahun kedepan harus jadi pemikiran,” katanya usai menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Diponegoro, Kamis, 10 Oktober 2024.
Menurut Djoko, seorang pemimpin harus memahami topik transportasi. Hal ini menurutnya karena transportasi publik membawa dampak di berbagai lini masyarakat.
BACA JUGA: Kota Semarang Bakal Miliki Transportasi Umum ART, Pakai Skema Pembiayaan KPBU
Ia mencontohkan, keberadaan angkutan pedesaan di Jawa Tengah mulai menghilang. Akibatnya, orang-oang di pedesaan dalam berpergian terpaksa menggunakan kendaraan barang dan berpotensi terjadi kecelakaan.
Contoh lainnya, lanjut Djoko, angkutan pedesaan yang sudah tidak ada lagi juga berpengaruh terhadap angka putus sekolah yang meningkat, angka pernikahan dini, stunting, hingga inflasi.
“Kemudian bagi gen Z, nanti akan cukup tinggi pengeluarannya, karena untuk transportasi butuh biaya paling besar,” sambungnya.
Transportasi publik di Jawa Tengah
Lebih lanjut, Djoko menilai, transportasi publik adalah topik yang bisa dimanfaatkan oleh para paslon. Sebab, mayoritas masyarakat akan tergiur dengan paslon yang memiliki visi membangun sistem transportasi publik yang baik.