SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen terhadap swasembada pangan setelah penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS APBD 2026 pada rapat paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan agenda prioritas tetap berjalan meski dana transfer pusat turun.
Gubernur Luthfi memberi penegasan dalam sesi wawancara setelah rapat paripurna berlangsung. Ia menyatakan fokus Pemprov tetap pada program yang menyentuh masyarakat secara langsung. “Program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tetap kami utamakan,” ujar Luthfi dengan tegas.
Ia kemudian menekankan arah pembangunan tahun depan. “Fokus tahun depan adalah swasembada pangan untuk memperkuat ketahanan daerah,” lanjutnya.
BACA JUGA: Wali Kota Semarang Sebut Sulit Tangani Tanjakan Silayur: Butuh Rp60 Miliar Lebih, APBD Gak Sanggup
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah turut menjadi landasan optimisme dalam penyusunan anggaran. Pemprov mencatat penguatan signifikan pada triwulan III 2025 dengan capaian 5,37 persen. Capaian itu naik dari periode sebelumnya yang mencatat 4,93 persen.
Selain itu, proyeksi ekonomi 2026 berada pada kisaran 5 hingga 6 persen. Inflasi juga terkendali dengan estimasi 1,5 sampai 3,5 persen. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran ikut menguatkan rencana prioritas pembangunan. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 9,48 persen, sementara TPT menurun ke angka 4,66 persen.
Penguatan Program Swasembada Pangan
KUA PPAS 2026 memberi penekanan khusus pada agenda swasembada pangan karena sektor tersebut dianggap paling strategis. Luthfi melihat tren ekonomi positif sebagai fondasi kuat untuk memperluas program pertanian dan produktivitas pangan daerah.
Ketua DPRD Jateng Sumanto mengonfirmasi adanya penyesuaian anggaran akibat penurunan dana transfer pusat. Meski begitu, ia memastikan prioritas daerah tidak berubah. “Prioritas anggaran tahun ini masih mengacu pada visi Gubernur untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” jelas Sumanto saat ditemui seusai rapat.





