JAKARTA, beritajateng.tv – Kasus Varian Influenza A (H3N2) subclade K atau “Super Flu H3N2” mulai terpantau menyebar pada sejumlah wilayah nasional sejak akhir Desember 2025. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat kemunculan varian tersebut sebagai bagian peningkatan aktivitas influenza musiman.
Kemenkes menyampaikan bahwa Super Flu teridentifikasi masuk sejak 25 Desember 2025. Hingga penghujung bulan, jumlah temuan mencapai 62 kasus. Persebaran kasus meliputi delapan provinsi dengan dominasi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, serta Jawa Barat.
Data kementerian menunjukkan mayoritas pasien berasal dari kelompok usia anak. Selain itu, perempuan mendominasi jumlah kasus. Kondisi tersebut memicu perhatian serius kalangan medis, terutama dokter spesialis anak.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim B Yanuarso, menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua. Menurutnya, pola penyebaran flu kali ini menunjukkan kecepatan tinggi. “Orang tua perlu peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak,” kata Piprim.
BACA JUGA: Flu Batuk Meningkat Saat Cuaca Ekstrem, Begini Cara Praktis Pencegahannya
Ia menjelaskan bahwa infeksi influenza pada anak kerap berkembang cepat. Gejala berat dapat muncul bila penanganan terlambat. “Pemantauan sejak gejala awal sangat penting,” tambahnya.
Kemenkes menilai lonjakan kasus berkaitan dengan mutasi ringan virus influenza A subtipe H3N2. Mutasi tersebut dikenal sebagai antigenic drift. Perubahan kecil tersebut membuat daya lindung kekebalan sebelumnya melemah.
Istilah super flu merujuk pada kecepatan penularan yang meluas. Virus ini bukan varian baru sepenuhnya. Namun, evolusi genetik membuat penyebaran terjadi lebih cepat dibanding flu musiman biasa.







