Jateng

‎Agustina Tantang GP Ansor Semarang Ubah Ketahanan Pangan Jadi Mesin Ekonomi Warga ‎

×

‎Agustina Tantang GP Ansor Semarang Ubah Ketahanan Pangan Jadi Mesin Ekonomi Warga ‎

Sebarkan artikel ini
‎Agustina Tantang GP Ansor Semarang Ubah Ketahanan Pangan Jadi Mesin Ekonomi Warga ‎
Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030 di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

‎SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang tidak berhenti pada program produksi pangan.

Pemerintah Kota Semarang membuka ruang kolaborasi agar hasil pertanian dan perikanan kader bisa berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.

Dorongan itu Agustina saat menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030 di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Minggu.

Menurut Agustina, organisasi masyarakat memiliki posisi strategis untuk ikut memperkuat program pembangunan daerah.

Karena itu, berbagai kegiatan GP Ansor perlu bersinergi dengan program pemerintah agar manfaatnya langsung masyarakat rasakan.

“Keberadaan berbagai organisasi yang ada di Kota Semarang kita harapkan dapat berkolaborasi dengan program pemerintah daerah untuk bersama-sama memajukan warga Kota Semarang,” kata Agustina.

Ia menilai program ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM yang GP Ansor jalankan memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.

Pemerintah kota, kata dia, siap membuka ruang kerja sama selama masa kepengurusan GP Ansor 2026–2030.

Pada kesempatan tersebut, Agustina bersama Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin juga meluncurkan Mobil Siaga Ambulance Ansor Kota Semarang.

Pemkot juga menyerahkan 14 unit Gerobak Usaha Kader Wirausaha atau Ansorpreneurship kepada kader GP Ansor.

Bantuan tersebut mengarah pada upaya memperkuat aktivitas ekonomi kader sekaligus mendorong lahirnya pelaku UMKM baru.

Ketua GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030, Arif Rahman, mengatakan organisasinya telah menjalankan sejumlah program ketahanan pangan. Salah satunya melalui panen raya jagung di Kecamatan Mijen.

GP Ansor juga menebarkan sekitar 40.000 benih ikan nila di kolam Sumurejo, Kecamatan Gunungpati. Program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk mendorong keterlibatan kader dalam sektor pangan.

BACA JUGA: Pamer Foto Kenakan Jaket GP Ansor, Gibran: Kalau Gak Ada Ansor, Image Solo Masih “Begitu” 

Namun, Arif menyadari produksi saja belum cukup. GP Ansor kini menyiapkan langkah lanjutan dengan mengembangkan pengolahan hasil, inovasi pascapanen, hingga pemasaran.

‎“Sesuai harapan Bu Wali, kegiatan ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada penanaman dan panen. GP Ansor akan membuat inovasi dari produksi hingga pemasaran supaya perputaran ekonomi warga berjalan lebih baik,” ujar Arif.

Menurut Arif, pengembangan rantai usaha tersebut penting agar program ketahanan pangan memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang.

Hasil pertanian dan perikanan tidak hanya di jual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Kolaborasi dengan Pemkot Semarang juga harapannya dapat memperluas akses kader terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi. Dengan begitu, gerakan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan dengan penguatan UMKM.

Langkah tersebut sekaligus menjadi agenda GP Ansor Kota Semarang dalam periode kepengurusan baru. Organisasi kepemudaan tersebut ingin mendorong program yang tidak hanya menghasilkan kegiatan. Tetapi juga menciptakan peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat.

“Ke depan kami ingin memastikan program yang kader jalankan bisa memberikan manfaat nyata, terutama dalam penguatan ekonomi warga,” ujar Arif. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp