Dalam setiap kunjungan ke provinsi lain, negara lain atau pertemuan dengan duta besar negara sahabat, Ahmad Luthfi mengajak sejumlah bupati dan walikota, Kadin, Hipmi, dan lainnya.
Tujuannya untuk mempromosikan potensi daerah dan menjajaki peluang kerja sama atau investasi.
Terkait investasi itu, Luthfi menjelaskan bahwa penting untuk menetapkan lahan-lahan khusus untuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Tentu saja tanpa mengubah lahan sawah dilindungi (LSD) yang juga menopang swasembada pangan.
Kolaborasi juga terlaksana dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah, tercatat sudah ada sekitar 111 perguruan tinggi yang menjalin MoU (nota kesepahaman) dengan Pemprov Jateng. Kontribusi perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Di samping itu, beberapa praktik baik di Jawa Tengah yang Ahmad Luthfi paparkan juga meliputi sektor kesehatan dengan program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Dampingi Presiden Prabowo Hadiri Retreat Ketua DPRD di Magelang
Praktik pengentasan kemiskinan yang di lakukan dengan kolaborasi berbagai pihak. Meliputi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis untuk anak dari keluarga miskin, bantuan modal usaha, dan lainnya.
Kemudian terkait penanganan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dengan memaksimalkan link and match serta kerja sama antar perusahaan dengan sekolah-sekolah vokasi. Seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), Politeknik, dan sebagainya. (*)
Editor: Farah Nazila





