Jateng

Akses Jalan Masih Jembatan Darurat, Warga Desa Duren Desak Pemkab Semarang Bangun Permanen

×

Akses Jalan Masih Jembatan Darurat, Warga Desa Duren Desak Pemkab Semarang Bangun Permanen

Sebarkan artikel ini
Jembatan Desa Duren
Seorang warga melintasi jembatan darurat di jalan penghubung Desa Duren-Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa, 24 Februari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga di sejumlah dusun di Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, mengaku sangat terbantu dengan tersambungnya kembali akses jalan menuju Desa Pledokan melalui jembatan darurat. Meski demikian, warga berharap Pemerintah Kabupaten Semarang segera membangun jembatan permanen demi keamanan jangka panjang.

Jembatan darurat yang dibangun hanya beberapa jam pasca-terputusnya akses utama tersebut kini menjadi urat nadi bagi mobilitas warga, mulai dari anak sekolah, pekerja, hingga petani yang hendak menuju pasar.

Mustofa (37), warga Dusun Sekeper, mengungkapkan bahwa saat jembatan tersebut terputus, setidaknya empat dusun sempat terisolasi, yakni Dusun Sekeper, Duren, Brujulan, dan Kaligintung.

BACA JUGA: Jembatan Putus Gegara Longsor, 800 Jiwa Warga Desa Duren Semarang Sempat Terisolasi

“Saat ini, jalan ini merupakan akses utama satu-satunya. Sebenarnya ada jalan alternatif, namun kondisinya sudah lama rusak berat karena kontur tanah yang labil. Dibangun berkali-kali pun tetap rusak,” ujar Mustofa saat beritajateng.tv temui di lokasi jembatan, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, jembatan darurat saat ini sudah cukup nyaman untuk sepeda motor. Bahkan, beberapa kendaraan roda empat non-truk mulai berani melintas. Namun, kekhawatiran akan kekuatan jembatan darurat tetap membayangi warga.

“Kami sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang lebih kuat agar akses warga benar-benar normal dan aman,” tambahnya.

BACA JUGA: Jembatan Darurat Mangkang Wetan Rampung, Lurah: Tetap Waspada Saat Debit Air Tinggi

Senada dengan warganya, Kepala Desa Duren, Eko Sudarmo, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat hanyalah solusi sementara agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lumpuh total.

Eko menjelaskan, jembatan sebelumnya ambrol setelah fondasinya terkikis derasnya arus sungai hingga tak mampu lagi menyangga struktur fisik jembatan.

“Curah hujan dalam beberapa pekan terakhir sangat tinggi, menyebabkan debit air sungai meningkat signifikan. Kami berharap pembangunan jembatan permanen menjadi prioritas, mengingat infrastruktur ini adalah jantung aksesibilitas desa kami,” tegas Eko. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp