SEMARANG, beritajateng.tv – Akses warga Kampung Tambaksari, RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, akhirnya kembali terbuka setelah pembangunan jembatan darurat rampung pada Selasa petang, 3 Februari 2026.
Jembatan ini menggantikan jalur lama yang roboh pertengahan Januari lalu dan sempat membuat warga terisolasi.
Sebelumnya, warga RT 6 hingga RT 9 terpaksa menggunakan gethek dan sampan untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat kerja hingga mengantar anak sekolah.
Kondisi tersebut berlangsung hampir dua pekan sejak jembatan penghubung roboh pada Kamis, 15 Januari 2026.
Kini, jembatan darurat sepanjang sekitar 36 meter dan lebar 1,5 meter itu sudah dapat para pejalan kaki maupun kendaraan roda dua lalui.
Alas jembatan berlapis papan kayu, sementara bambu terpasang di sisi kanan dan kiri sebagai pegangan sekaligus pembatas.
“Senin malam sudah bisa warga lewati. Selasa kami lakukan kerja bakti lagi supaya motor bisa lewat. Alhamdulillah sekarang sudah bisa masyarakat gunakan, meski harus bergantian,” ujar Firoh, warga setempat, Rabu, 4 Februari 2026.
Jembatan darurat tersebut memiliki enam fondasi bambu berukuran besar. Meski terlihat cukup kokoh, sebagian warga masih memilih berhati-hati, terutama saat hujan turun.
BACA JUGA: Warga Mangkang Wetan Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat dari Bambu
“Lebarnya sekitar satu setengah meter, tapi ada yang takut licin kalau habis hujan. Kebanyakan ibu-ibu. Kalau naik motor, biasanya turun dulu, motornya nanti diambil saudara,” jelas Firoh.
Lurah Mangkang Wetan, Benny Irawan, mengatakan pihak kelurahan akan memasang imbauan keselamatan di sekitar jembatan. Ia meminta warga tetap waspada, terutama saat debit air sungai meningkat.
“Nanti akan kami pasang imbauan agar warga tidak menyeberang kalau air sungai tinggi. Kami juga komunikasikan dengan RT dan RW setempat supaya saling mengingatkan,” kata Benny.
Benny mengapresiasi semangat gotong royong warga dengan bantuan TNI, Polri, pihak kelurahan, kecamatan, serta dukungan dari Ketua DPRD dalam pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, pekerjaan terlaksana secara bertahap dan sistem kebut agar akses warga segera pulih.





