Jateng

Unjuk Rasa Bawa Spanduk ‘Rakyat di Atas Militer’, Mahasiswa Undip Kritik MBG, KDMP hingga Karhutla

×

Unjuk Rasa Bawa Spanduk ‘Rakyat di Atas Militer’, Mahasiswa Undip Kritik MBG, KDMP hingga Karhutla

Sebarkan artikel ini
Aksi Mahasiswa Semarang | Aksi Undip
Mahasiswa Undip menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 24 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Keempat, kebijakan pangan yang menjamin keterjangkauan dan ketahanan pangan masyarakat. Mahasiswa menilai masyarakat harus tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Kelima, perlindungan masyarakat pesisir serta tata kelola pembangunan yang berkeadilan. Persoalan masyarakat pesisir utara Jawa, termasuk konflik lahan dan dampak bencana, turut menjadi perhatian mahasiswa.

Fadhil mengatakan seluruh tuntutan tersebut berangkat dari persoalan yang ԁinilai masih ԁirasakan masyarakat.

BACA JUGA: Beasiswa TELADAN 2027 Dibuka, Mahasiswa Undip Bisa Kuliah Gratis hingga Dapat Tunjangan Hidup

“Kita susah mencari makan, kita susah menikmati hidup yang layak, kita susah untuk bagaimana menikmati pendidikan yang baik,” katanya.

Menurutnya, kritik melalui aksi mahasiswa merupakan bentuk pengawalan terhadap jalannya pemerintahan. Ia berharap pemerintah tidak hanya merespons persoalan secara sementara, tetapi melakukan evaluasi kebijakan secara menyeluruh dan melibatkan masyarakat serta para ahli.

“Karena hari ini kita rasa semuanya tidak baik-baik saja,” ujar Fadhil.

Aksi mahasiswa tersebut menjadi ԁialog bersama Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Fraksi PKB Abdullah Aminudin saat menemui massa aksi.

Mahasiswa Undip meminta anggota dewan itu membacakan tuntutan. Namun, pembacaan tuntutan tidak terjadi karena berujung kebuntuan ԁialog. Massa aksi kemudian membubarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp