Pariwisata

Alternatif Perjalanan Arus Balik, Kopeng Semarang Ramai Disinggahi Pemudik: Wisata dan Oleh-oleh

×

Alternatif Perjalanan Arus Balik, Kopeng Semarang Ramai Disinggahi Pemudik: Wisata dan Oleh-oleh

Sebarkan artikel ini
Pemudik Semarang
Aneka buah dan sayuran segar yang dijajakan warga kepada pemudik yang singgah di kawasan Pasar Desa Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Periode arus balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Semarang segera berlalu. Sebagian pemudik memanfaatkan kesempatan ini untuk melalui sejumlah jalur wisata di Kabupaten Semarang.

Salah satu yang menjadi favorit bagi mereka yakni jalur alternatif Magelang-Salatiga, di wilayah Kabupaten Semarang. Di jalur ini mereka bisa sekaligus berwisata dan belanja oleh-oleh.

Pasalnya, di jalur alternatif ini ada kawasan wisata Kopeng, yang berada di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan. Adalah Syamsul (46), salah satu pemudik yang akan kembali ke Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Ia mengungkap lebih suka melalui jalur alternatif Magelang-Salatiga via Kopeng pada saat arus balik kali ini. Sebab, menurutnya, suasananya adem dan pemandangannya juga sangat indah.

BACA JUGA: Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran 2026, One Way Nasional GT Kalikangkung-Jakarta Mulai Buka

“Jalur alternatif ini menyusuri jalanan di lereng gunung Merbabu. Biar fresh selama berkendara dan bisa mampir di Kopeng,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui di Pasar Desa Kopeng, Jumat, 27 Maret 2026.

Selain itu, jelasnya, sebelum nanti masuk jalan tol bisa berwisata dan membeli buah-buahan serta beberapa sayuran segar untuk oleh-oleh. Kebetulan, keluarganya juga suka menikmati suasana di Kopeng.

“Sehingga perjalanan mudik tidak langsung masuk tol. Biar enggak bosen, suasananya tidak jalan tol doang,” kata pria yang mengaku baru saja mudik dari wilayah Gunungkidul, DIY, ini.

Meningkatnya pemudik yang melalui Kopeng juga menjadi berkah tersendiri bagi para penjual sayur dan buah segar yang ada di kawasan Pasar Desa Wisata Kopeng dan Rest Area Kopeng.

Sebab, tak sedikit pemudik yang memanfaatkannya untuk membeli aneka buah dan sayuran segar. Antara lain seperti jeruk baby, stroberi, alpukat, labu siam, labu hingga wortel dan kentang. Termasuk jajanan khas seperti getuk waluh.

Penjual Buah Kopeng Semarang Laris Manis oleh Pemudik

Teguh (39), salah satu penjual aneka buah segar, mengaku baru buka setelah lebaran kedua. Salah satunya menjual jeruk baby yang banyak dihasilkan para petani di kawasan Kopeng, selain aneka jenis sayuran.

“Buahnya manis, banyak diborong orang-orang dari jauh. Hari ini saya bawa hampir satu kuintal, sampai dengan siang ini tinggal sekitar 4 kilogram saja,” ungkapnya di Pasar Desa Wisata Kopeng.

Selain buah-buahan, lanjutnya, aneka sayuran organik juga banyak yang diborong. “Para penjual di Pasar Desa Wisata Kopeng ini semuanya dapat rezeki pada masa arus balik kali ini,” tambahnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kopeng, Nur Hasim, pun mengakui selama arus mudik dan balik ini jumlah wisatawan yang singgah di wilayahnya meningkat tajam.

BACA JUGA: Urai Kepadatan Arus Balik, One Way Lokal Berlaku dari KM 459 Salatiga hingga GT Banyumanik

Pasalnya, di kawasan Kopeng setidaknya ada empat lokasi wisata yang saat ini banyak pemudik kunjungi. Selain Pasar Desa kopeng, ada pula Merbabu 360, Merbabu Living (rest area Kopeng), dan Kopeng Treetop Adventure Park.

“Mereka yang menyempatkan singgah di pasar desa Kopeng tujuannya memang membeli sayuran dan buah-buahan segar dengan harga murah. Sementara orang tua berbelanja, anak-anak juga bisa berwisata naik kuda,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Hasim, di Rest Area Kopeng tersedia fasilitas istirahat yang nyaman dan lokasinya cukup dekat dengan SPBU. Ia berharap dengan naiknya kunjungan para pemudik ini membuat Kopeng semakin terkenal.

“Terlebih, kawasan wisata Kopeng ini sedang persiapan jadi bagian dari program wisata Aglomerasi ‘Bokor’ atau PSN kawasan wisata Borobudur-Kopeng-Rawapening,” tandas Hasim. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp