SEMARANG, beritajateng.tv – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ) bersama kepolisian resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way lokal di ruas Tol Semarang–Solo. Langkah ini menyusul lonjakan volume kendaraan yang signifikan pada periode arus balik Lebaran, Senin, 23 Maret 2026 malam.
Rekayasa satu arah tersebut mulai diaktifkan pada pukul 22.17 WIB, membentang dari KM 459 (Salatiga) hingga KM 420 (Gerbang Tol Banyumanik).
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa penerapan rekayasa ini merupakan bentuk diskresi kepolisian guna memecah kepadatan di jalur arus balik menuju arah Jakarta.
BACA JUGA: Arus Balik Melonjak, Volume Kendaraan di Tol Semarang–Solo Tembus 3.000 Unit per Jam
“Penerapan one way lokal ini bersifat situasional. Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan secara real-time bersama kepolisian dan instansi terkait di sepanjang ruas Tol Trans Jawa,” ujar Ria melalui keterangan tertulis, Senin malam.
Kebijakan ini harapannya dapat mempercepat pengosongan jalur dari kendaraan yang menumpuk di titik-titik lelah dan tanjakan curam wilayah Salatiga–Ungaran.
Dengan penggunaan seluruh lajur untuk satu arah, kapasitas jalan meningkat dua kali lipat, sehingga risiko kemacetan total dapat terminimalisir.
BACA JUGA: Arus Balik Awal Mulai Lintasi Tol Semarang–Solo, Jalur Fungsional Bawen–Ambarawa Perpanjang
Mengingat perubahan arus yang mendadak, PT JTT memberikan beberapa imbauan penting bagi pemudik yakni senantiasa mengutamakan aspek-aspek pendukung keselamatan.
Selain itu juga menyiapkan kondisi fisik dengan baik, dan mengecek kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh antardaerah. Termasuk memastikan ketercukupan saldo uang elektronik.
“Kami meminta pengguna jalan untuk selalu menaati rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan aspek keselamatan selama perjalanan balik ini,” pungkas Ria. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





