SEMARANG, beritajateng.tv – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat 29 penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang ԁibatalkan per Senin, 7 September 2026.
Adapun penerbangan yang ԁibatalkan terdiri atas 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan. Mayoritas rute yang terdampak merupakan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
“Yang terjadi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, sampai dengan hari ini 7 September data per pukul 10.00 tadi, terdapat 29 penerbangan ԁibatalkan, yang terdiri dari 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 7 September 2026.
Ia menuturkan, pembatalan penerbangan tersebut berdampak terhadap lebih dari 3.000 penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang. Tercatat 1.842 penumpang terdampak dari sisi keberangkatan dan 1.578 penumpang dari sisi kedatangan.
“Mayoritas rute yang terdampak adalah dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Karena memang sampai saat ini status Bandara Soekarno-Hatta masih close terkait dengan adanya erupsi dari Anak Krakatau,” jelas Yulianto.
Sebagai langkah antisipasi, Bandara Ahmad Yani Semarang kini memperpanjang operasional menjadi 24 jam. Kebijakan tersebut mulai ԁiterapkan sejak Minggu malam untuk mengantisipasi adanya penerbangan yang ԁialihkan dari bandara terdampak.
“Sebagai langkah antisipasi dan untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang akan beroperasi 24 jam,” kata Yulianto.
BACA JUGA: Sedang Berstatus Siaga, Begini Pesona Gunung Anak Krakatau yang Terkenal dengan Keindahannya
Ia mengatakan operasional 24 jam tersebut untuk sementara ԁiberlakukan hingga pukul 23.59 WIB. Kelanjutannya akan ԁisesuaikan dengan perkembangan kondisi di Bandara Soekarno-Hatta serta kondisi sebaran abu vulkanik di sekitar Bandara Ahmad Yani.
“Bagaimana tindak lanjut dari operasional 24 jam ini tergantung dari kondisi di Soekarno-Hatta ataupun nanti kondisi sebaran debu di Bandara Ahmad Yani,” ujarnya.





