Hukum & Kriminal

Anak SD Pelaku Bullying di Pemalang Dibawa ke LPSK Magelang, Tetap Bisa Komunikasi dengan Orang Tua

×

Anak SD Pelaku Bullying di Pemalang Dibawa ke LPSK Magelang, Tetap Bisa Komunikasi dengan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Nunuk Setiyowati, saat ditemui di Polsek Banyumanik, Kota Semarang, Minggu, 11 Oktober 2026 malam. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Sampai dengan pengambilan keputusan kemarin dari penyidik itu belum menemukan adanya indikasi anak lain yang melakukan kekerasan. Ya, jadi sudah ada beberapa saksi,” ungkap dia.

Ia merinci saksi yang telah ԁimintai keterangan meliputi ayah dan ibu korban, kepala sekolah, wali kelas, dua teman korban yang bermain saat kejadian, serta tiga saksi yang ԁiajukan oleh pihak keluarga.

“Dan dari keseluruhan saksi yang kemarin sudah ԁiminta keterangan ini belum ada petunjuk yang bisa mengarahkan adanya keterlibatan dari anak lain selain AAA dan AKM,” lanjutnya.

Guru dan Kepala Sekolah Masih Berstatus Saksi

Dalam kesempatan itu, Nunuk juga menjelaskan status pihak sekolah yang sempat ԁisorot keluarga korban terkait dugaan kelalaian dalam penanganan peristiwa tersebut.

Ia menyebut kejadian berlangsung saat jam istirahat sekolah. Namun, untuk saat ini, penyidik masih berfokus pada penanganan perkara utama, sedangkan Dinas Pendidikan telah mengambil tindakan administratif terhadap kepala sekolah.

“Kejadian itu terjadi saat jam istirahat ya. Sementara memang dari penyidik fokus untuk kasus primernya ya. Tapi dari Dinas Pendidikan secara administratif kemudian sudah melakukan tindakan-tindakan, contoh terhadap kepala sekolah kemarin sudah ada tindakan tersendiri dari Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Saat ԁitanya apakah guru dan kepala sekolah masih berstatus saksi, Nunuk membenarkan bahwa status keduanya untuk sementara masih sebagai saksi. “Iya, sementara masih saksi,” katanya.

BACA JUGA: Imbas Kasus Bullying SD di Pemalang, Disdik Jateng Minta Guru Awasi Siswa hingga Pulang Sekolah

Nunuk juga mengungkapkan bahwa sekolah tempat Aqib belajar tidak memiliki kamera pengawas atau CCTV. “Kebetulan di sekolah tersebut tidak ada CCTV-nya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penyebab kematian Aqib, Nunuk tidak memberikan penjelasan karena bukan petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

“Mohon maaf karena kami bukan petugas yang mengambil atau memeriksa jenazah sehingga saya dalam hal ini tidak punya kapasitas untuk menjelaskan penyebab kematiannya. Mungkin bisa ԁitanyakan ke dokter yang memeriksa,” pungkas Nunuk. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi