Pendidikan

Anak Tak Lolos Sekolah Negeri? Kini Bisa Langsung Pilih Sekolah Swasta Gratis di SPMB Semarang

×

Anak Tak Lolos Sekolah Negeri? Kini Bisa Langsung Pilih Sekolah Swasta Gratis di SPMB Semarang

Sebarkan artikel ini
Anak Tak Lolos Sekolah Negeri? Kini Bisa Langsung Pilih Sekolah Swasta Gratis di SPMB Semarang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 dengan mengintegrasikan sekolah swasta gratis ke dalam sistem pendaftaran online untuk sekolah negeri.

Kebijakan ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Melalui integrasi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Semarang menyiapkan lebih dari 6.000 kursi tambahan yang tersebar di jenjang TK, SD, dan SMP swasta gratis.

Seluruh kuota itu prioritas bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui jalur afirmasi.

BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Pendaftaran SPMB TK, SD, dan SMP Kota Semarang Tahun 2026

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan kebijakan ini menjadi salah satu inovasi utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Menurutnya, masyarakat kini dapat mengakses pilihan sekolah negeri maupun sekolah swasta gratis dalam satu sistem pendaftaran yang terintegrasi.

“Yang paling berbeda tahun ini adalah kami memasukkan sekolah swasta gratis mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP ke dalam sistem SPMB online. Dengan cara ini, penguatan jalur afirmasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi lebih optimal,” kata Ahsan.

Ia menjelaskan, peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa biaya melalui sekolah swasta gratis yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang.

“Kuota sekolah swasta gratis mencapai sekitar 6.000 siswa. Ini kami siapkan khusus untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Menurut Ahsan, penambahan kuota tersebut tidak akan mengurangi jatah pada jalur penerimaan lainnya seperti domisili, prestasi, maupun mutasi.

Pemerintah justru ingin memastikan seluruh jalur penerimaan tetap berjalan sesuai ketentuan sambil memperbesar peluang masyarakat memperoleh layanan pendidikan gratis.

“Dengan penguatan afirmasi melalui sekolah swasta gratis, kuota jalur domisili, prestasi, dan mutasi tetap aman. Tidak ada pengurangan karena kami menambah kapasitas melalui sekolah swasta yang terintegrasi dalam sistem,” jelasnya.